MERAHPUTIH.COM – KERUSAKAN Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, menjadi perhatian komunitas pejalan kaki Jakarta Good Guide. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan terjadi karena rusaknya fasilitas pejalan kaki yang aman.
Founder Jakarta Good Guide Huan Sholehan, yang juga dikenal sebagai salah satu pemandu wisata senior dan tokoh penting dalam komunitas walking tour Jakarta, menyayangkan kerusakan fasilitas tersebut karena dapat mengganggu aktivitas pengguna JPO.
"Sangat disayangkan peristiwa tersebut karena akan mengganggu pengguna JPO," ujar Huan saat dihubungi via Whatsaap, Selasa (14/7).
Menurutnya, tak cuma JPO Kapten Tendean yang perlu perhatian. Kondisi sejumlah fasilitas umum bagi pejalan kaki di Jakarta masih perlu mendapat perhatian lebih. Tidak sedikit yang mengalami penurunan kualitas akibat usia maupun kurangnya perawatan.
Kondisi fasilitas umum seperti JPO di Jakarta rata-rata memang tidak terawat dengan baik. Kadang terlalu tinggi, bahkan banyak juga yang berlubang karena usia.
Huan Sholehan, Founder Jakarta Good Guide
Huan menilai revitalisasi JPO harus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan seluruh masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas.
Baca juga:
Transjakarta Antisipasi Kepadatan Lalin Imbas JPO Tertabrak Truk, Rekayasa Pola Operasi Koridor 13
Menurutnya, pembangunan fasilitas penyeberangan tidak cukup hanya memperhatikan fungsi dasar, tetapi juga harus menghadirkan akses yang aman dan nyaman bagi semua pengguna. "JPO sebenarnya sangat membantu, meskipun belum ramah untuk teman-teman disabilitas," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan beberapa persoalan yang masih sering ditemukan pada JPO di Jakarta, seperti tangga yang terlalu tinggi dan material pijakan yang kurang aman. "Kekurangannya, pertama tangganya tinggi. Kedua, keamanan pijakannya, terutama yang menggunakan material besi. Pada JPO lama terkadang sudah banyak yang berlubang," jelasnya.
Selain kondisi JPO, Huan juga menyoroti fasilitas penunjang keselamatan pejalan kaki lainnya, seperti lampu zebra cross yang masih banyak tidak berfungsi dengan baik. Ia bahkan mengaku pernah menjadi korban kecelakaan saat menyeberang jalan.
"Lampu zebra cross juga banyak yang tidak berfungsi. Saya ialah korban tabrakan di zebra cross dua minggu lalu," ungkapnya.
Oleh karena itu, Huan berharap pemerintah dapat melakukan perbaikan sekaligus pengawasan rutin terhadap fasilitas pejalan kaki di Jakarta. Menurutnya, keberadaan JPO memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga, tetapi harus dibangun dengan konsep yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.
Rusaknya JPO Kapten Tendean diharapkan menjadi momentum evaluasi bersama agar fasilitas publik di Jakarta tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.(Tka)
Baca juga:
JPO Tertabrak Ekskavator di Jalan Kapten Tendean, Lampu Merah Jalan Wijaya 1 Macet Parah

