Kesehatan Mental

Pertanda Kamu Terlalu Keras Terhadap Diri Sendiri

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 03 Juli 2021
Pertanda Kamu Terlalu Keras Terhadap Diri Sendiri

Jangan terlalu keras terhadap diri sendiri. (Foto: Pixabay/Counselling)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KRITIK sekaligus pujian terkuat bukanlah berasal dari orang lain, melainkan diri sendiri. Memang benar setiap orang harus sering introspeksi diri agar bisa meningkatkan kualitas hidup. Namun, melakukan sebuah kesalahan bukan berarti kiamat kok. Kamu tidak perlu menekan diri sendiri untuk terus menerus berusaha menjadi sempurna.

Melansir dari aconsciousrethink, perasaan khawatir tidak melakukan segala sesuatu dengan maksimal memang wajar. Apalagi hidup adalah ajang kompetisi untuk saling adu kebolehan masing-masing. Sayangnya jika terlalu keras kepada diri sendiri tanpa memprioritaskan kebahagiaan pribadi, hidupmu pada akhirnya akan hancur berantakan termakan luka batin. Apa saja pertanda kamu terlalu menekan diri sendiri?

Baca juga:

Pentingnya Tetap Memiliki Harapan Meskipun Sudah Terpuruk

1. Selalu merasa kurang

Tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah dicapai. (Foto: Pixabay/Pexels)

Sudah menjadi juara kelas atau meraih karier cemerlang tak lantas membuatmu merasa puas. Setelah berhasil meraih goals tertentu, kamu malah merasa kurang berusaha maksimal. Padahal orang-orang sudah memuji dan menjadikanmu role model. Menjadi yang terbaik di antara orang-orang sekitar tanpa memikirkan kebahagiaan sendiri juga tidak baik untuk kesehatan mental. Hati-hati! Terlalu keras kepada diri sendiri bisa menimbulkan depresi.

2. Sering membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Kerap merasa orang lain jauh lebih hebat. (Foto: Pixabay/geralt)

Self love alias ngebucin sama diri sendiri memang sangat penting. Salah satu pertanda jika kamu terlalu keras terhadap diri sendiri adalah sering membandingkan dirimu dengan orang lain. Akibatnya kamu pun tidak percaya diri dalam menonjolkan bakat dan potensi. Kamu selalu merasa kurang baik jika dibandingkan dengan orang lain. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini, jadi jangan terlalu memaksakan diri ya.

Baca juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

3. Terlalu khawatir

Terlalu overthinking. (Foto: Pixabay/RobinHiggins)

Selalu merasa kurang akan membuatmu khawatir terhadap segala hal. Ketika sedang mengerjakan sebuah proyek, meskipun tidak ada yang memberikan kritik pedas, kamu tetap merasa takut jika ada yang diam-diam membicarakanmu di belakang. Keluar rumah pun harus selalu serba all out dari ujung kepala sampai ujung kaki hanya karena kamu ingin dianggap berpenampilan sempurna.

4. Selalu merasa lelah

Merasa kehilangan banyak energi. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Baru membuka mata di pagi hari bukannya bersyukur malah insecure. Belum apa-apa sudah merasa lelah untuk memulai hari. Salah satu indikasi kamu terlalu keras terhadap diri sendiri adalah merasa lelah sepanjang waktu bahkan ketika belum memulai aktivitas. Yuk mulai berubah dan lebih memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri. (mar)

Baca juga:

Jauh Persamaan Antara Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan