Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Penurunan Kasus COVID-19 Diklaim Baru Terasa Setelah 45 Hari

Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Februari 2021

Merahputih.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim penurunan kasus COVID-19 baru bisa dirasakan dampaknya pada 45 hari belakangan ini.

Juru Bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi menilai, salah satu dampak yang bisa dirasakan, adalah menurunnya tingkat kematian akibat COVID-19.

“Karena kita melihat bahwa jumlah kasus untuk kematian itu biasanya kita mendapatkan data itu antara 200 sampai dengan 350, sekarang kasus kematian itu sudah kurang lebih 150-an,” katanya kepada wartawan, Senin (8/2).

Baca Juga:

Varian COVID-19 Inggris Menyebar ke 10 Provinsi Vietnam

Meskipun secara umum jumlah kasus COVID-19 masih belum menunjukkan penurunan secara signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 yang tidak terkendali, pemerintah telah menambah 13.000 tempat tidur untuk ruang isolasi dan ICU rumah sakit rujukan COVID-19 selama PPKM tahap dua.

Rinciannya, sekitar 2.000 tempat tidur untuk ruang ICU, sisanya untuk ruang isolasi rumah sakit. "Dan ini sudah ada peningkatan kalau kita bandingkan (kapasitas tempat tidur ruang isolasi dan ICU rumah sakit) pada 25 Januari lalu," ujarnya.

Pasien COVID-19 yang telah sembuh meninggalkan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (3/5/2020). (Foto: Antara).
Pasien COVID-19 yang telah sembuh meninggalkan Rumah Sakit Khusus Infeksi Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (3/5/2020). (Foto: Antara).

Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 811.000 tenaga kesehatan sudah mendapatkan vaksin COVID-19 untuk dosis pertama hingga Senin, 8 Februari 2021 dan 167.000 nakes sudah selesai divaksinasi 2.

Sementara itu, sebanyak 193.000 tenaga kesehatan batal atau ditunda menjalankan vaksinasi karena hipertensi, punya penyakit penyerta (komorbid), atau penyintas COVID-19.

Dia meyakini target itu akan tercapai melihat kecepatan vaksinasi selama ini. "Semoga ke depan kita akan lebih cepat lagi bergerak," ujar Budi.

Baca Juga:

Ditemukan Satu Kasus COVID-19, Dua Juta Warga Australia Diisolasi

Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia dimulai sejak 13 Januari 2021. Pemerintah menargetkan bisa memvaksinasi 181,5 juta warga dalam 15 bulan.

Tenaga kesehatan yang merawat pasien menjadi prioritas pertama yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19. Selanjutnya Lansia dan petugas publik di seluruh daerah di Indonesia. Setelah itu vaksinasi COVID-19 baru menyasar masyarakat umum. (Knu)

Baca Artikel Asli