Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintah Tiongkok Ancam Para Pejabatnya yang Malas dalam Perang Melawan Virus Corona

Zulfikar Sy - Jumat, 31 Januari 2020

MerahPutih.com - Badan pengawas antikorupsi Tiongkok menyatakan bahwa pihaknya akan menghukum para pejabat yang malas bekerja memerangi virus corona yang menyebar di seluruh negeri, pada Kamis (30/1).

Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin (CCDI) mengatakan di lamannya bahwa siapa pun yang tidak secara efektif melaksanakan instruksi Presiden Xi Jinping dalam perang melawan virus akan dihukum.

Baca Juga:

13 Warga Jepang Terinfeksi Virus Corona, Tiga Baru Pulang Evakuasi dari Wuhan

CCDI juga mengatakan akan menghukum mereka yang terlantar dalam tugas mereka dan menyalahgunakan dana penyelamatan dan material, demikian Reuters seperti dikutip dari Antara.

Suasana Kota di Provinsi Hubei, China tampak lenggang akibat dampak wabah virus Corona di negara itu.ANTARA/HO
Suasana Kota di Provinsi Hubei, China tampak lenggang akibat dampak wabah virus Corona di negara itu.ANTARA/HO

Diberitakan sebelumnya, korban tewas akibat wabah virus corona di Tiongkok bertambah 38 orang sehingga total menjadi 170 orang berdasarkan data yang dirilis pemerintah setempat Kamis (30/1) pagi.

Sebanyak 38 kasus kematian baru wabah 2019-nCoV itu terdiri dari 37 orang berasal dari Provinsi Hubei dan satu lagi dari Provinsi Sichuan.

Baca Juga:

Bill Gates Sumbang Dana Jutaan Dollar untuk Perangi Virus Corona

Sampai saat ini pula terdapat 7.736 kasus positif terkena 2019-nCoV dan 12.167 terduga serta 124 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 7.736 kasus positif 2019-nCoV itu termasuk 10 kasus di Hong Kong, tujuh di Makau, dan delapan di Taiwan.

Provinsi Hubei masih menjadi penyumbang terbesar dengan 4.586 kasus dan 162 meninggal dunia serta 90 orang dinyatakan sembuh.

Kota Wuhan sebagai titik episentrum wabah virus mematikan itu memberikan andil yang cukup besar dengan 2.261 kasus dan 129 tewas serta 54 sembuh. Jauh melampaui kabupaten/kota lainnya di Provinsi Hubei. (*)

Baca Juga:

Gara-Gara Virus Corona, Pabrik Tesla di Tiongkok Ditutup

Baca Artikel Asli