Merahputih.com - Menjelang bergulirnya seri MotoGP Mandalika, kubu Ducati secara terbuka menurunkan ekspektasi mereka terhadap performa Marc Marquez yang tengah bersaing ketat demi gelar juara dunia.
Manajer tim Davide Tardozzi mengakui bahwa karakter Sirkuit Mandalika kurang bersahabat dengan motor Ducati GP26, sehingga meminimalisir kehilangan poin menjadi target paling realistis di lintasan Indonesia tersebut.
Persaingan memperebutkan takhta juara dunia MotoGP dipastikan makin panas, terutama dengan jarak poin yang sangat tipis antara Marc Marquez dan Jorge Martin.
Baca juga:
Pede Juara Bertahan Marc Marquez Bisa Finis di Sirkuit Mandalika
Tardozzi menyadari betul bahwa Sirkuit Mandalika kerap menjadi batu sandungan bagi Ducati di masa lalu, apalagi laju motor Aprilia belakangan ini terlihat jauh lebih agresif.
Alhasil, demi menjaga nafas di klasemen akhir, kehilangan sedikit poin di MotoGP Mandalika dinilai masih masuk akal ketimbang memaksakan diri yang berujung fatal bagi kampanye juara Marc Marquez.
Mandalika Jadi Ujian Berat Bagi Skuad Ducati

Meski baru saja mengantongi kemenangan meyakinkan dan meraup poin maksimal di Grand Prix Jepang, atmosfer di garasi Ducati jelang lawatan ke Indonesia justru dipenuhi kehati-hatian. Secara blak-blakan, Davide Tardozzi tidak menampik bahwa seri kali ini bakal menguras keringat ekstra.
Mandalika tidak cocok dengan motor kami,
Tardozzi dalam wawancaranya dengan TNT Sports.
Bicara soal target realistis di Indonesia, sang manajer bahkan sudah menyiapkan skenario terburuk agar timnya tidak terlalu tertekan.
"Saya pikir kehilangan 10 hingga 12 poin bisa dianggap tidak buruk," tambahnya.
Meski terdengar agak pesimis, ia tetap menegaskan bahwa insting utama Ducati adalah bertarung demi podium tertinggi.
Misi Mematahkan Rekor Buruk Marquez di Indonesia
Fakta di lapangan memang sedikit berpihak pada keraguan Tardozzi. Selama menjajal aspal Mandalika, Marquez belum sekalipun sukses menyentuh garis finis di kelas utama. Publik
tentu masih ingat insiden seriusnya dengan Marco Bezzecchi yang sempat mengacaukan ritme balapnya pada musim 2025 lalu.
Tahun lalu pun bukan akhir pekan yang mudah bagi pabrikan Borgo Panigale ini. Francesco Bagnaia yang biasanya tampil dominan usai seri Jepang, justru kewalahan mencari kecepatan ideal di Indonesia. Marquez sendiri kala itu hanya sanggup start dari posisi kesembilan.
Baca juga:
14 Ribu Kursi Penerbangan Disiapkan Garuda Tampung Penonto MotoGP Mandalika Lombok
Di sisi lain, motor-motor bermesin Aprilia justru kerap tampil nyetel di sirkuit ini, yang membuat ancaman Jorge Martin, sekarang membalap untuk pabrikan Aprilia, makin nyata.
Saat ini, Marquez sedang berupaya keras memangkas defisit dua poin dari Martin di papan klasemen. Menghadapi situasi pelik ini, Tardozzi tetap menaruh kepercayaan penuh pada mentalitas The Baby Alien.
"Pada akhirnya, dia adalah pemimpin. Dia pemimpin di dalam garasi. Dia tahu cara mendorong orang dan cara mendapatkan dukungan dari tim," pungkas Tardozzi