Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
 Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia

Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia .(foto: Instagram @nobelprize)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DUA ilmuwan penemu solusi misteri kimia mengenai asimetri kehidupan diumumkan sebagai penerima Hadiah Nobel Kimia 2026. Mereka ialah ilmuwan asal Prancis Henri B Kagan dan Kenso Soai dari Jepang.

Para peneliti ini menemukan bagaimana alam secara eksklusif hanya menghasilkan bentuk molekul yang 'tepat’, alih bentuk cerminannya (mirror image). Sebagai contoh, molekul asam amino yang menjadi blok pembangun protein hadir dalam dua bentuk yang saling mencerminkan.

Namun, organisme hidup di Bumi hanya dapat berfungsi dengan salah satu dari bentuk tersebut. Para peraih Hadiah Nobel ini justru berhasil menjawab pertanyaan: mengapa kehidupan hanya menyukai salah satu dari molekul cerminan ini ketimbang yang lainnya.

Dalam kimia organik, sifat ini dikenal sebagai ‘kiralitas’ (chirality), yakni molekul kiral memiliki bentuk kidal (tangan kiri) dan kanan (tangan kanan). Kamu dapat membayangkannya seperti kedua tanganmu, tidak identik, tetapi satunya merupakan cerminan dari yang lain.

Baca juga:

3 Ilmuwan Pemecah Misteri Otak Terima Hadiah Nobel Bidang Kedokteran 2026



Meskipun alam hampir secara eksklusif menghasilkan versi yang dibutuhkannya untuk berfungsi, reaksi kimia di laboratorium biasanya menghasilkan campuran 50-50 dari kedua molekul kidal dan kanan tersebut. Dalam hal pembuatan obat-obatan, hal ini sangat krusial karena setiap versi memiliki perilaku yang berbeda saat berinteraksi dengan tubuh kita.

Oleh karena itu, satu versi mungkin memiliki sifat yang dapat melawan penyakit, sedangkan versi cerminannya tidak berdampak apa pun atau justru berbahaya.

"Ini merupakan salah satu hari paling mendebarkan dalam hidup saya,” kata Kenso Soai dalam konferensi pers Hadiah Nobel melalui sambungan telepon, Rabu (7/10) pagi. Soai memuji banyak sekali peneliti luar biasa di bidang ini.

Dengan memecahkan misteri kiralitas, Henri Kagan dan Kenso Soai merancang reaksi kimia yang dapat menghasilkan jauh lebih banyak versi molekul yang diinginkan.

Ketua Komite Hadiah Nobel untuk Kimia Heiner Linke menjelaskan kedua ilmuwan ini telah memberikan solusi bagi misteri kimia yang berusia lebih daripada satu abad: bagaimana homokiralitas—produksi selektif dari versi molekul yang tepat—dapat muncul secara spontan. “Reaksi kimia yang mereka kembangkan sungguh luar biasa,” tegasnya.

Henri Kagan, yang mengabdi di Universite Paris-Sud, pertama kali menemukan cara baru untuk memanipulasi reaksi kimia pada 1986. Penemuan ini memungkinkannya menciptakan kelimpahan yang lebih besar dari salah satu bentuk cerminan molekul daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, Kenso Soai dari Tokyo University of Science mengambil langkah berikutnya pada 1995. Ia menerbitkan makalah ilmiah di jurnal Nature yang mendeskripsikan reaksi kimia pertama yang berpotensi menjadi homokiral, yakni hanya menghasilkan versi molekul organik yang diinginkan. Pada 2003, ia akhirnya berhasil mengendalikan reaksi dengan hanya satu dari dua kemungkinan bentuk cerminan yang terbentuk.

"Selain kehidupan itu sendiri. Belum pernah ada yang berhasil mencapai prestasi ini sebelumnya,“ ungkap Komite Hadiah Nobel.(dwi)

Baca juga:

Ilmuwan Belgia Raih Hadiah Nobel Fisika untuk Temuan ’Partikel Hantu' dari Teleskop Luar Angkasa

#Ilmuwan #Hadiah Nobel #Hadiah Nobel Kimia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia
Mereka ialah ilmuwan asal Prancis Henri B Kagan dan Kenso Soai dari Jepang.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
 Dua Ilmuwan Pemecah Misteri Asimetri Kehidupan Dianugerahi Hadiah Nobel Kimia
Dunia
Ilmuwan Belgia Raih Hadiah Nobel Fisika untuk Temuan ’Partikel Hantu' dari Teleskop Luar Angkasa
Temuannya telah membuka tabir rahasia alam semesta nan jauh.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
 Ilmuwan Belgia Raih Hadiah Nobel Fisika untuk Temuan ’Partikel Hantu' dari Teleskop Luar Angkasa
Dunia
3 Ilmuwan Pemecah Misteri Otak Terima Hadiah Nobel Bidang Kedokteran 2026
Metode optogenetika yang mereka perkenalkan diibaratkan sebagai ‘sakelar peka cahaya’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 3 Ilmuwan Pemecah Misteri Otak Terima Hadiah Nobel Bidang Kedokteran 2026
Indonesia
Penulis Utama Makalah Nobel MBG Pakai Gelar Palsu, Minta Maaf Catut Nama Prabowo
Menteri Brian Yuliarto ungkap penulis makalah Nobel MBG akui catut nama Presiden Prabowo Subianto dan tokoh lain tanpa izin.
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Penulis Utama Makalah Nobel MBG Pakai Gelar Palsu, Minta Maaf Catut Nama Prabowo
Indonesia
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Makalah Nobel Peace Prize 2026 yang mengusung Program MBG diduga menggunakan AI. Publik menemukan jejak prompt AI dalam dokumen, sementara pemerintah menginvestigasi pencatutan nama Presiden Prabowo.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Jejak AI di Makalah Ilmiah Pengusung MBG Nominasi Nobel Perdamaian 2026
Indonesia
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Pemerintah Indonesia investigasi dugaan pencatutan nama Presiden Prabowo Subianto dalam makalah Nobel Peace Prize 2026 terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Kepala Bakom Investigasi Nama Prabowo Dicatut Jadi Penulis Makalah Usung MBG Masuk Nominasi Nobel
Dunia
Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer
Ini menjadi sebuah gestur yang oleh para akademisi disebut sebagai pengakuan tegas atas ketahanan demokrasi negara tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 20 Februari 2026
Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer
Dunia
3 Ekonom Terima Hadiah Nobel atas Riset Mengenai Creative Destruction
Joel Mokyr, Philippe Aghion, dan Peter Howitt meraih Hadiah Nobel Memorial bidang ekonomi atas penelitian mereka mengenai dampak inovasi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Oktober 2025
3 Ekonom Terima Hadiah Nobel atas Riset Mengenai Creative Destruction
Dunia
Kontroversi Maria Machado Pemenang Nobel Perdamaian 2025, Dikecam atas Dukungannya ke Israel
Maria Corina Machado dianugerahi Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangan demokrasi di Venezuela. Namun, dukungannya terhadap Israel dan seruan intervensi asing memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk CAIR dan politisi Norwegia.
Wisnu Cipto - Minggu, 12 Oktober 2025
Kontroversi Maria Machado Pemenang Nobel Perdamaian 2025, Dikecam atas Dukungannya ke Israel
Dunia
Donald Trump Gagal Raih Hadiah Nobel Perdamaian, Gedung Putih Kecam Komite Nobel Mendahulukan Politik di Atas Perdamaian
Trump sudah lama secara terbuka menyatakan keinginannya untuk memenangi penghargaan tersebut, bahkan mengklaim telah mengakhiri sejumlah konflik global.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
  Donald Trump Gagal Raih Hadiah Nobel Perdamaian, Gedung Putih Kecam Komite Nobel Mendahulukan Politik di Atas Perdamaian
Bagikan