China Berharap Hubungan Dengan Indonesia Tambah Kuat

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Agustus 2024
China Berharap Hubungan Dengan Indonesia Tambah Kuat

uru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi akan bertemu dengan Menlu China Wang Yi dalam pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (Joint Commission for Bilateral Cooperation atau JCBC) ke-5 yang akan berlangsung di Beijing.

Pemerintah China mengungkapkan, salah satu sasaran dalam pertemuan ini meningkatkan relasi dengan Indonesia secara signifikan.

"Kami harap hubungan China-Indonesia semakin tumbuh secara pesat dengan signifikansi strategis yang lebih besar," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, pada Kamis (23/8).

Pertemuan antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu China Wang Yi tersebut rencananya akan dilangsungkan pada Jumat (23/8).

Baca juga:

China Usulkan Peluncur Magnetik Bulan, Bisa Kirim Sumber Daya dengan Biaya Murah

"Hubungan China-Indonesia telah mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat, dengan pertukaran komunikasi pejabat tingkat tinggi yang erat, memperdalam rasa saling percaya dan kemajuan berkelanjutan untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama," ungkap Mao Ning.

Sebelum Menlu Retno datang ke Beijing, pada 13 Agustus 2024 sudah dilangsungkan pertemuan 2+2 antara pejabat senior di lingkungan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan.

Pertemuan itu dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri China Sun Weidong dan Wakil Direktur Kantor Kerja Sama Militer Internasional Komisi Militer Pusat Zhang Baoqun, sedangkan dari pihak Indonesia ada Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Abdul Kadir Jailani dan Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Oktaheroe Ramsi.

"Tahun depan menandai peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik China-Indonesia. Hal ini menghadirkan peluang penting bagi pertumbuhan dan hubungan bilateral kedua negara," tambah Mao Ning.

China, mengikuti arahan strategis kedua presiden China dan Indonesia, berfokus pada pembangunan masyarakat dengan masa depan bersama serta terus memperdalam kerja sama strategis di semua lini dengan Indonesia.

"Kedua negara dapat menjadi contoh negara-negara berkembang yang utama dengan mengejar kekuatan sendiri melalui persatuan dan keterlibatan dalam kerja sama yang saling menguntungkan," katanya.

Kerja sama saling menguntungkan ini, kata ia, dapat membawa lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa dan memberikan kontribusi baru bagi perdamaian, kerja sama dan pembangunan dunia," ungkap Mao Ning.

CBC Indonesia-China ke-4 sebelumnya berlangsung di Jakarta pada 22 Februari 2023 antara Menlu Retno Marsudi dan Menlu China Qin Gang. Dalam JCBC ke-4 itu, Indonesia menekankan adalah permintaan agar berbagai hambatan dagang dapat diatasi. (*)

#China #Tiongkok
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Situasi global saat ini "kompleks dan bergejolak" karena meningkatnya "hegemoni sepihak," tetapi perdamaian, pembangunan, dan kerja sama tetap menjadi aspirasi utama dunia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Rusia dan China Bangun Tata Kelola Global Anyar, Tolak Hegemoni Sepihak
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Indonesia
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Selain membahas kedaulatan wilayah, pertemuan tersebut juga menyinggung ketegangan perdagangan dan konflik di Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Dunia
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Indonesia
Trump Dipastikan Terbang ke China, Bertemu Xi Jinping Buat Akhiri Permusuhan
KTT akan dibuka Kamis pagi dengan upacara penyambutan, diikuti tur bersama ke Kuil Langit dan jamuan kenegaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Trump Dipastikan Terbang ke China, Bertemu Xi Jinping Buat Akhiri Permusuhan
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Dunia
Negara Maju Siap Menetang Kebijakan China Kontrol Mineral Penting
Terdapat kekhawatiran terus-menerus soal dominasi China terhadap pasar logam tanah jarang (LTJ), yang biasanya digunakan manufaktur semikonduktor.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Negara Maju Siap Menetang Kebijakan China Kontrol Mineral Penting
Dunia
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Kepulauan Spratly merupakan salah satu titik panas sengketa maritim di kawasan Asia Tenggara, yang diperebutkan Filipina, China, Vietnam, Malaysia, hingga Brunei
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
Sengketa Kepulauan Spratly Memanas, Patroli Filipina Usir 4 Kapal China
Bagikan