Kebakaran Hong Kong, Pemerintah Lakukan Penyelidikan di tegah Tekanan China
Kebakaran besar di kompleks hunian Wang Fuk Court di Hong Kong. (Dok. Media Sosial)
MERAHPUTIH.COM — KEBAKARAN kompleks apartemen tingkat tinggi Wang Fuk Cour di distrik Tai Po, Hong Kong Utara, menewaskan 146 orang. Kebakaran besar ini menjadi yang terburuk dalam 75 tahun di Hong Kong. Meski begitu, penyebab kebakaran di kompleks apartemen bertingkat tinggi itu masih diselidiki di tengah kemarahan publik atas peringatan risiko kebakaran yang terlewatkan serta bukti praktik konstruksi yang tidak aman.
Kebakaran yang melalap tujuh menara hunian dekat perbatasan dengan Tiongkok daratan itu mengejutkan Hong Kong, dan pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan pidana dan korupsi.
Polisi Hong Kong dikabarkan telah menahan Miles Kwan, 24, (Sabtu (29/11). Ia termasuk kelompok yang meluncurkan petisi menuntut penyelidikan independen atas kemungkinan korupsi serta peninjauan pengawasan konstruksi. Namun, Polisi Hong Kong belum memberikan komentar.
Petisi daring yang dipromosikan kelompok itu menarik lebih dari 10.000 tanda tangan pada Sabtu sore sebelum akhirnya ditutup. Petisi kedua dengan tuntutan serupa diluncurkan tak lama kemudian oleh seorang warga Tai Po yang tinggal di luar negeri, dan telah mengumpulkan lebih dari 2.700 tanda tangan pada Minggu. “Pemerintah berutang kepada warga Hong Kong. Mereka wajib memberikan akuntabilitas yang nyata dan jelas,” demikian isi petisi tersebut.
Di lain sisi, Beijing malah memperingatkan akan menggunakan undang-undang keamanan nasional untuk menindak setiap protes anti-China yang muncul setelah tragedi tersebut. Otoritas keamanan nasional China pada Sabtu memperingatkan individu agar tidak memanfaatkan bencana ini untuk menjerumuskan Hong Kong kembali ke kekacauan seperti pada 2019, ketika aksi prodemokrasi besar-besaran menantang Beijing dan memicu krisis politik.
Baca juga:
9 WNI Tewas dalam Kebakaran, KJRI Hong Kong Bentuk Tim Koordinasi Pemulangan Jenazah
“Kami memberikan peringatan keras kepada para pengacau anti-China yang mencoba ‘mengacaukan Hong Kong melalui bencana’. Apa pun metode yang digunakan, Anda pasti akan dimintai pertanggungjawaban dan dihukum tegas,” kata pihak China.
Polisi Tahan Pihak yang Diduga Bertanggung Jawab
Pihak berwenang telah menangkap 11 orang terkait dengan kebakaran tersebut. Di saat yang sama, mereka menyelidiki dugaan korupsi dan penggunaan material tidak aman selama proses renovasi kompleks tersebut.
Operasi penyelamatan selesai pada Jumat, meski polisi mengatakan mereka mungkin menemukan lebih banyak jenazah saat menelusuri bangunan-bangunan hangus yang berbahaya itu. Kebakaran yang terjadi Rabu sore itu dengan cepat melalap tujuh dari delapan blok setinggi 32 lantai, yang dibungkus perancah bambu serta jaring hijau dan dilapisi busa isolasi untuk kebutuhan renovasi.
Pihak berwenang mengatakan alarm kebakaran di kompleks yang dihuni lebih dari 4.600 orang tersebut tidak bekerja dengan baik.
Kebakaran ini merupakan yang paling mematikan di Hong Kong sejak 1948, ketika 176 orang tewas dalam kebakaran gudang.
Para penghuni Wang Fuk Court diberi tahu pihak berwenang tahun lalu bahwa mereka menghadapi risiko kebakaran yang relatif rendah setelah mengajukan keluhan mengenai bahaya kebakaran akibat renovasi. Para penghuni menyampaikan kekhawatiran pada September 2024, termasuk mengenai potensi mudah terbakar pada jaring pelindung berwarna hijau yang digunakan kontraktor untuk menutupi perancah bambu.
Polisi mengatakan pencarian menyeluruh terhadap semua bangunan rusak berat itu dapat memakan waktu tiga hingga empat minggu untuk diselesaikan.(dwi)
Baca juga:
Kebakaran Hong Kong, Warga Padati Lokasi Sampaikan Duka Cita untuk para Korban
Bagikan
Berita Terkait
Kebakaran di Area PT Antam, Basarnas Siap Siaga Membantu
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti
Durian Beku Indonesia Sukses Tembus Pasar China, Ekspor Perdana 48 Ton
Kebakaran Bar di Swiss, Pejabat Akui Kegagalan Inspeksi Sebabkan Insiden Mematikan
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Kebakaran Minggu Malam, Sarinah Tetap Beroperasi