Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi.(foto: Instagram @newsinaimagination)
MERAHPUTIH.COM — PARA manajer berkewarganegaraan Prancis dari sebuah bar yang terbakar pada perayaan Tahun Baru di Swiss telah ditetapkan akan menjalani penyelidikan pidana. Kebakaran itu menewaskan 40 orang.
Kebakaran di Le Constellation di Crans-Montana pada perayaan Tahun Baru tersebut juga melukai 119 orang lainnya. Dengan banyaknya korban luka yang telah teridentifikasi, keluarga kini menghadapi penantian yang menyiksa untuk mendapatkan informasi mengenai mereka yang masih dinyatakan hilang.
Jenazah dua perempuan Swiss berusia 21 dan 16 tahun, serta dua pria Swiss berusia 18 dan 16 tahun, menjadi korban pertama yang diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga mereka.
Penyebab kebakaran yang paling mungkin yakni kembang api tangan (sparklers) yang dipasang di botol sampanye dan dibawa terlalu dekat ke langit-langit. Demikian temuan penyelidikan awal mengenai awal mula kebakaran tersebut.
Kantor kejaksaan di Kanton Valais mengatakan dalam pernyataan pada Sabtu (3/1) bahwa para manajer Le Constellation yang berkewarganegaraan Prancis diduga telah melakukan pembunuhan karena kelalaian, menyebabkan luka fisik karena kelalaian, serta pembakaran karena kelalaian.
Baca juga:
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut peristiwa itu sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara tersebut.
Pada Jumat, polisi mengatakan 113 korban luka telah diidentifikasi, yang terdiri atas 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, dan 11 warga Italia. Di antara korban tewas dan yang masih hilang terdapat banyak remaja. Le Constellation dikenal sebagai tempat yang populer di kalangan anak muda di kota resor ski tersebut, dengan usia legal untuk mengonsumsi minuman beralkohol yakni 16 tahun.
Seorang pegolf remaja asal Italia disebut sebagai korban tewas pertama yang namanya muncul, meskipun hingga kini pejabat Swiss dan Italia belum mengonfirmasi kematiannya.
Karangan bunga, boneka, serta pesan-pesan cinta dan harapan menumpuk di luar barikade polisi di depan bar tersebut. Pihak berwenang menyebut proses identifikasi yang lambat ini disebabkan parahnya luka bakar yang dialami banyak korban.(dwi)
Baca juga:
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bagikan
Berita Terkait
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api