Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab

Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi.(foto: Instagram @newsinaimagination)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEMBANG api tangan (sparkler) yang dipasang di botol-botol sampanye diduga menyulut api yang menyebabkan kebakaran besar di sebuah bar di Swiss, Kamis (1/1) dini hari. Pihak berwenang menyebut botol-botol sampanye yang dipasangi kembang api tangan itu berada terlalu dekat dengan langit-langit.

Sebanyak 40 orang tewas akibat kebakaran yang terjadi pada setelah perayaan Tahun Baru di Crans-Montana, Kamis (1/1). Sebanyak 119 orang lainnya mengalami luka-luka.

Jaksa Agung Valais Beatrice Pilloud mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat (2/1) bahwa penyelidikan akan berfokus pada material yang digunakan di lokasi, langkah-langkah keselamatan kebakaran di bar tersebut, kapasitas bar, serta jumlah orang yang berada di dalam saat kebakaran terjadi.

Penyelidikan juga akan menilai apakah penuntutan hukum diperlukan. “Jika memang demikian, dan jika orang-orang tersebut masih hidup, kasus akan dibuka terhadap mereka,” katanya.

Pilloud menyebut semua petunjuk mengarah pada dugaan bahwa kebakaran bermula dari lilin berkilau, atau kembang api tangan, yang dipasang di botol-botol sampanye yang kemudian berada terlalu dekat dengan langit-langit. “Dari situ, api menyebar dengan sangat cepat,” kata Pilloud kepada konferensi pers.

Baca juga:

Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi


Salah seorang pemilik bar dilaporkan mengatakan kepada media lokal bahwa tempat tersebut telah diperiksa tiga kali dalam 10 tahun terakhir dan bahwa semuanya telah dijalankan sesuai dengan peraturan.

Pilloud kemudian mengatakan penyelidikan juga akan menilai apakah langit-langit bar Le Constellation mematuhi peraturan bangunan. Ia mengatakan para penyelidik sedang menelusuri pemasangan busa di langit-langit, seraya menambahkan bahwa pada tahap ini ia belum dapat memastikan apakah busa tersebut sesuai atau tidak dengan aturan, atau apakah dipasang dengan atau tanpa izin.

“Sangat penting untuk tidak membuat asumsi apa pun. Biarkan kami melakukan pekerjaan kami,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dua manajer bar yang berkewarganegaraan Prancis telah diwawancarai, begitu pula orang-orang yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran. Menurut Pilloud, wawancara tersebut membantu pihak berwenang menyusun daftar orang-orang yang berada di lokasi saat kejadian.

Para pejabat juga mengonfirmasi bahwa terdapat lebih dari satu pintu keluar dari bar, tapi menambahkan bahwa mereka saat ini belum dapat memastikan apakah pintu darurat dalam keadaan terbuka atau tertutup pada saat kejadian.

Le Constellation merupakan bar besar yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Bar tersebut dapat menampung hingga 300 orang dan memiliki teras kecil, meskipun belum diketahui berapa banyak orang yang berada di sana saat kebakaran terjadi.

Pada Jumat, kelompok keluarga dan remaja yang menangis berkumpul di dekat garis polisi yang mengelilingi bar. Sebagian meninggalkan rangkaian bunga dan lilin, sedangkan yang lain meletakkan pesan di sebuah tugu peringatan darurat. Tenda-tenda putih menutupi pintu masuk dan keluar lokasi.

Di luar kota, sebuah pusat konferensi digunakan untuk memberikan dukungan kepada keluarga orang-orang yang masih hilang. Sebuah upacara akan digelar di Crans-Montana pada 9 Januari agar masyarakat dapat berkumpul untuk melakukan momen berkabung nasional.(dwi)

Baca juga:

Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka

#Swiss #Kebakaran #Tahun Baru
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Olahraga
Prediksi Qatar vs Swiss: Prediksi Pemenang, Head to Head, dan Prakiraan Pemain
Kini, penyerang berusia 29 tahun tersebut kembali masuk daftar skuad pilihan pelatih Julen Lopetegui demi mengulang keajaiban serupa
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2026
Prediksi Qatar vs Swiss: Prediksi Pemenang, Head to Head, dan Prakiraan Pemain
Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
. Jumlah titik panas atau hotspot di Indonesia saat ini telah mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
BNPB Mulai Lakukan Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla di Jambi
Indonesia
Bawa 25 Ribu Liter BBM, Kebakaran Hebat Truk Pertamina di Tol Cisumdawu 3 Jam Baru Padam
Truk tangki Pertamina bermuatan Solar dan Pertalite terbakar di Tol Cisumdawu, Sumedang.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Bawa 25 Ribu Liter BBM, Kebakaran Hebat Truk Pertamina di Tol Cisumdawu 3 Jam Baru Padam
Indonesia
DPR Soroti Kebakaran Kemayoran, Minta Pemda Perkuat Sistem Pencegahan Dini
Anggota Komisi II DPR RI Eka Widodo meminta Pemda memperkuat sistem pencegahan kebakaran usai kebakaran Kemayoran yang menghanguskan 250 bangunan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
DPR Soroti Kebakaran Kemayoran, Minta Pemda Perkuat Sistem Pencegahan Dini
Indonesia
Kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, IKAPPI Minta Pemprov DKI Fokus Pemulihan Pedagang
Kebakaran di Pasar Jiung menjadi pengingat bahwa kawasan padat penduduk yang bercampur aktivitas pasar rakyat rawan kebakaran.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, IKAPPI Minta Pemprov DKI Fokus Pemulihan Pedagang
Indonesia
Kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, Polisi Sebut 500 Keluarga Jadi Korban
Kini para korban dievakuasi ke tenda-tenda yang telah disediakan.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Juni 2026
Kebakaran Pasar Jiung, Kemayoran, Polisi Sebut 500 Keluarga Jadi Korban
Indonesia
Disdik DKI Siapkan Ujian Susulan bagi Siswa Korban Kebakaran Jiung Kemayoran
Disdik DKI Jakarta akan menggelar ujian susulan bagi siswa yang terdampak kebakaran Jiung, Kemayoran. Pendataan masih dilakukan untuk mengetahui jumlah pelajar
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Disdik DKI Siapkan Ujian Susulan bagi Siswa Korban Kebakaran Jiung Kemayoran
Indonesia
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Sebanyak 95 persen kebakaran di Jakarta disebut dipicu korsleting listrik. Rano Karno menyoroti kebiasaan penggunaan stopkontak berlebihan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Rano Karno Ungkap Penyebab Utama Kebakaran Jakarta, 95 Persen karena Korsleting
Berita Foto
Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 674 Warga Mengungsi ke Tenda Darurat di Kebon Kosong
Sejumlah pengungsi korban kebakaran Pasar Jiung beraktivitas di tenda darurat yang didirikan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 02 Juni 2026
Kebakaran Pasar Jiung Kemayoran, 674 Warga Mengungsi ke Tenda Darurat di Kebon Kosong
Bagikan