Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi.(foto: Instagram @newsinaimagination)
MERAHPUTIH.COM — KEMBANG api tangan (sparkler) yang dipasang di botol-botol sampanye diduga menyulut api yang menyebabkan kebakaran besar di sebuah bar di Swiss, Kamis (1/1) dini hari. Pihak berwenang menyebut botol-botol sampanye yang dipasangi kembang api tangan itu berada terlalu dekat dengan langit-langit.
Sebanyak 40 orang tewas akibat kebakaran yang terjadi pada setelah perayaan Tahun Baru di Crans-Montana, Kamis (1/1). Sebanyak 119 orang lainnya mengalami luka-luka.
Jaksa Agung Valais Beatrice Pilloud mengatakan dalam konferensi pers pada Jumat (2/1) bahwa penyelidikan akan berfokus pada material yang digunakan di lokasi, langkah-langkah keselamatan kebakaran di bar tersebut, kapasitas bar, serta jumlah orang yang berada di dalam saat kebakaran terjadi.
Penyelidikan juga akan menilai apakah penuntutan hukum diperlukan. “Jika memang demikian, dan jika orang-orang tersebut masih hidup, kasus akan dibuka terhadap mereka,” katanya.
Pilloud menyebut semua petunjuk mengarah pada dugaan bahwa kebakaran bermula dari lilin berkilau, atau kembang api tangan, yang dipasang di botol-botol sampanye yang kemudian berada terlalu dekat dengan langit-langit. “Dari situ, api menyebar dengan sangat cepat,” kata Pilloud kepada konferensi pers.
Baca juga:
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Salah seorang pemilik bar dilaporkan mengatakan kepada media lokal bahwa tempat tersebut telah diperiksa tiga kali dalam 10 tahun terakhir dan bahwa semuanya telah dijalankan sesuai dengan peraturan.
Pilloud kemudian mengatakan penyelidikan juga akan menilai apakah langit-langit bar Le Constellation mematuhi peraturan bangunan. Ia mengatakan para penyelidik sedang menelusuri pemasangan busa di langit-langit, seraya menambahkan bahwa pada tahap ini ia belum dapat memastikan apakah busa tersebut sesuai atau tidak dengan aturan, atau apakah dipasang dengan atau tanpa izin.
“Sangat penting untuk tidak membuat asumsi apa pun. Biarkan kami melakukan pekerjaan kami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dua manajer bar yang berkewarganegaraan Prancis telah diwawancarai, begitu pula orang-orang yang berhasil menyelamatkan diri dari kebakaran. Menurut Pilloud, wawancara tersebut membantu pihak berwenang menyusun daftar orang-orang yang berada di lokasi saat kejadian.
Para pejabat juga mengonfirmasi bahwa terdapat lebih dari satu pintu keluar dari bar, tapi menambahkan bahwa mereka saat ini belum dapat memastikan apakah pintu darurat dalam keadaan terbuka atau tertutup pada saat kejadian.
Le Constellation merupakan bar besar yang telah beroperasi selama bertahun-tahun. Bar tersebut dapat menampung hingga 300 orang dan memiliki teras kecil, meskipun belum diketahui berapa banyak orang yang berada di sana saat kebakaran terjadi.
Pada Jumat, kelompok keluarga dan remaja yang menangis berkumpul di dekat garis polisi yang mengelilingi bar. Sebagian meninggalkan rangkaian bunga dan lilin, sedangkan yang lain meletakkan pesan di sebuah tugu peringatan darurat. Tenda-tenda putih menutupi pintu masuk dan keluar lokasi.
Di luar kota, sebuah pusat konferensi digunakan untuk memberikan dukungan kepada keluarga orang-orang yang masih hilang. Sebuah upacara akan digelar di Crans-Montana pada 9 Januari agar masyarakat dapat berkumpul untuk melakukan momen berkabung nasional.(dwi)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Kebakaran di Resor Ski Swiss, Manajer Bar Resor Ski Diperiksa dalam Kasus Pidana
Kebakaran Mematikan di Bar Swiss, Kembang Api di Botol Sampanye Diduga Jadi Penyebab
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Sisa Sampah Tahun Baru di Pulau Seribu Capai 2,9 Ton
Kebakaran Bar di Alpen, Swiss, Saksi Sebut Ada Ledakan di Lokasi
Bar di Pegunungan Alpen, Swiss, Terbakar saat Perayaan Tahun Baru, Puluhan Orang Tewas dan Sekitar 100 Luka-Luka
Ribuan Lilin Terangi Car Free Night Solo Sambut Tahun Baru 2026
Jakarta Hasilkan 132 Ton Sampah Malam Tahun Baru, Kawasan Tamansari Jadi Penyumbang Terbanyak
Jakarta Global City Penuh Cinta! Malam Tahun Baru 2026 Hasilkan Donasi Rp3,1 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Tahun Baru 2026, Doa Bersama Gantikan Kemeriahan Kembang Api