Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kebakaran Besar Landa Australia, Warga Diminta Bersiap Hadapi Kehilangan Properti

Ilustrasi kebakaran (Foto: pexel/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — WARGA Australia di Negara Bagian Victoria diperingatkan untuk bersiap menghadapi kehilangan properti atau lebih buruk ketika sebagian besar wilayah negara itu dilanda kondisi gelombang panas ekstrem. Seperti dilansir BBC, suhu pada Jumat dan Sabtu diperkirakan mencapai rekor tertinggi di sebagian besar negara bagian dan teritori. Victoria dan Australia Selatan khususnya menghadapi kondisi kebakaran yang berbahaya akibat angin kencang dan suhu tinggi.

Larangan total pembakaran diberlakukan di Victoria dan seluruh wilayah di negara bagian tersebut mendapat peringkat bahaya kebakaran katastropis atau ekstrem.

“Warga Victoria harus bersiap menghadapi lebih banyak kehilangan properti atau bahkan lebih buruk. Kondisinya sudah ekstrem kemarin. Hari ini bersifat katastropik,” kata Kepala Country Fire Authority (CFA) Jason Heffernan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) pada Jumat (9/1).

Suhu di Melbourne diperkirakan mencapai 42 derajat celsius pada Jumat, sedangkan wilayah barat laut Victoria bisa mencapai 45 derajat celsius. Namun, perubahan cuaca yang lebih sejuk diperkirakan terjadi di wilayah barat daya.

Pihak berwenang menyabut kebakaran hutan di dekat Longwood, Victoria Tengah, telah menghanguskan hampir 36.000 hektare lahan, dengan sedikitnya 20 rumah di kota kecil Ruffy hancur. Kapten CFA Ruffy, George Noye, mengatakan kota tersebut terdampak parah.

Baca juga:

Prediksi Cuaca 1 Januari 2026: Siklon Hayley Melemah di Australia, Kota-Kota Besar Indonesia Masih akan Diguyur Hujan Sangat Lebat



“Jalan utama terlihat seperti habis dibom, kami kehilangan sebuah sekolah. Sejumlah properti kehilangan segalanya. Mereka kehilangan mata pencaharian, gudang pencukuran, ternak. Benar-benar menghancurkan. Namun untungnya, hingga saat ini, tidak ada korban jiwa,” katanya kepada ABC.

Dalam pernyataan pada Jumat, pusat kendali Negara Bagian Victoria menyebut kebakaran Longwood sangat dinamis, dengan api menyebar ke berbagai arah dan berpotensi meluas lebih jauh daripada perkiraan awal.

Wakil Komisaris Kepolisian Victoria, Bob Hill, mengatakan tiga orang, yakni dua orang dewasa dan seorang anak, masih belum diketahui keberadaannya di wilayah Longwood. Ia mengatakan pihak berwenang sempat berbicara dengan mereka sehari sebelumnya di properti mereka, memperingatkan agar mencari perlindungan karena sudah terlambat untuk dievakuasi. Petugas pemadam kembali kemudian dan mendapati rumah tersebut telah terbakar, tapi tidak menemukan ketiga orang itu.

“Mereka mungkin selamat, mereka mungkin masih hidup, mari kita tidak berspekulasi, tetapi kami tetap berpikiran terbuka,” kata Hill.

Di wilayah Ibu Kota Australia (Australian Capital Territory/ACT), yang mencakup ibu kota Canberra, larangan total pembakaran diumumkan untuk pertama kalinya dalam enam tahun. Di Sydney, suhu diperkirakan naik hingga 42 derajat celsius pada Sabtu, sebelum turun menjadi sekitar 26 derajat celsius pada Minggu.

Kebakaran lain di dekat Walwa, Victoria timur laut, telah membakar lebih dari 17.000 hektare lahan. Heffernan mengimbau seluruh warga Victoria untuk tetap waspada tinggi, tidak hanya mereka yang berada di dekat lokasi kebakaran aktif.

“Begitu parahnya kondisi saat ini, bukan hanya di kebakaran Longwood melainkan juga di seluruh negara bagian,” katanya kepada ABC.

Di Australia Selatan, otoritas pemadam kebakaran setempat mengatakan mereka telah memadamkan sejumlah kebakaran kecil di seluruh negara bagian itu semalaman, dan suhu di beberapa wilayah diperkirakan mencapai 46 derajat celsius.(dwi)

Baca juga:

Naveed Akram, Pelaku Penembakan di Pantai Bondi, Australia, Didakwa atas 15 Pembunuhan

#Australia #Kebakaran #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Petugas membongkar setiap gundukan menggunakan alat berat, kemudian menyemprot dan mendinginkannya sebelum menutup kembali bagian tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Area TPAS Galuda Bogor Terbakar Meluas, Asap Masih Keluar Dari Gundukan Sampah Puluhan Tahun
Dunia
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Terjadi persis seperti yang telah diperkirakan para ilmuwan sejak puluhan tahun lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Agustus Terpanas Sepanjang Sejarah, Perubahan Iklim dan El Nino Penyebabnya
Indonesia
Sabana Pengol Gunung Bromo Terbakar, Tim Gabungan Turun Padamkan Api
Berdasarkan informasi, kebakaran di Sabana Pengol terjadi pada Kamis sore.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Sabana Pengol Gunung Bromo Terbakar, Tim Gabungan Turun Padamkan Api
Dunia
Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Gambar dari lokasi kejadian menunjukkan kapal terbakar di lautan.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 Kebakaran Kapal Feri di Filipina, 5 Tewas dan 87 Orang Hilang
Indonesia
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Bantuan berupa sembako diserahkan secara langsung kepada keluarga korban.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
Korban Kebakaran Rumah di Gambir
 Terima Bantuan Sosial dari GNTI
Indonesia
Nekat Terobos Gunung Semeru Saat Ditutup, 8 Pendaki Masuk Blacklist
Kedelapan pendaki tersebut resmi masuk daftar hitam atau blacklist yang berlaku untuk kunjungan ke seluruh kawasan konservasi di Indonesia.
Yusuf Abdillah - Rabu, 09 September 2026
Nekat Terobos Gunung Semeru Saat Ditutup, 8 Pendaki Masuk Blacklist
Indonesia
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah kembali berjalan normal mulai Rabu (9/9) karena situasi setelah erupsi Gunung Anak Krakatau dinilai cukup membaik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Hari Ini Jakarta Akan Diliputi Awan Tebal, Hujan Bisa Turun di Sore Hari
Indonesia
Kebakaran Paksa TPA Galuga Bogor Ditutup, Helikopter TNI Bombardir Api dari Udara
Pelayanan sampah TPA Galuga Bogor ditutup sehari penuh. TNI AU kerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Kebakaran Paksa TPA Galuga Bogor Ditutup, Helikopter TNI Bombardir Api dari Udara
Indonesia
Ikut Terdampak Karhutla, Perempuan Juga Harus Dilibatkan dalam Penanganan dan Pencegahan
Hutan dan lahan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan perempuan, khususnya perempuan adat maupun perempuan yang tinggal di perdesaan.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Ikut Terdampak Karhutla, Perempuan Juga Harus Dilibatkan dalam Penanganan dan Pencegahan
Dunia
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Sebelumnya, sembilan orang tewas disebut terluka dan 24 orang terluka.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gudang Kembang Api di Meksiko Meledak, 10 Orang Tewas, 81 Luka
Bagikan