Apa Itu Virus HMPV: Gejala, Penyebaran, dan Cara Menghadapinya

ImanKImanK - Sabtu, 04 Januari 2025
Apa Itu Virus HMPV: Gejala, Penyebaran, dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi virus HMPV. Foto Freepik

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar mengenai kemungkinan merebaknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Tiongkok telah mengundang perhatian banyak pihak, tidak terkecuali di Indonesia.

Walaupun berdasarkan laporan di media sosial yang viral dan berita menyebutkan ini berpotensi menjadi wabah baru, pihak berwenang setempat belum memberikan konfirmasi resmi terkait isu tersebut.

Namun, data yang dirilis oleh Chinese Center for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan adanya peningkatan signifikan kasus penyakit mirip flu di Tiongkok pada akhir 2024.

Baca juga:

Apa Itu PPPK? Lengkap dengan Perbandingan dengan PNS

Apa Itu Virus HMPV?

HMPV adalah virus yang bisa menyebabkan penyakit flu seperti batuk, demam, dan hidung tersumbat, yang dapat menyerang orang dari segala usia.

Meskipun begitu, kelompok yang lebih berisiko terkena HMPV meliputi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki sistem imun yang lemah. Virus ini pertama kali ditemukan pada 2001 dan termasuk dalam keluarga virus yang sama dengan Respiratory Syncytial Virus (RSV), yang juga menyebabkan penyakit saluran pernapasan.

Peningkatan pengujian virus pada penderita gejala flu menyebabkan HMPV kini lebih dikenal sebagai penyebab utama penyakit pernapasan.

Data yang lebih baru menunjukkan bahwa HMPV kini mendominasi sebagai penyebab penyakit pernapasan, mengalahkan virus flu dan beberapa virus serupa lainnya seperti COVID-19, rhinovirus, dan adenovirus di Tiongkok.

Cara Penyebaran HMPV

Sama seperti virus flu lainnya, HMPV menyebar dari orang ke orang melalui droplet atau percikan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak langsung, seperti berpelukan atau berciuman, serta menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus dan kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata.

Baca juga:

Apa Itu Belalang Setan? Waspadai Racun Berbahaya yang Dikeluarkan

Di Amerika Serikat, HMPV sering beredar secara musiman, terutama pada musim dingin dan musim semi, bersamaan dengan flu dan penyakit serupa lainnya.

CDC merekomendasikan beberapa langkah perlindungan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air, menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci, dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit.

Gejala HMPV

Apa Itu Virus HMPV

Gejala HMPV mirip dengan penyakit flu pada umumnya, seperti batuk, demam, dan pilek. Beberapa orang mungkin mengalami sesak napas yang bisa berlanjut menjadi bronkitis (peradangan saluran udara paru-paru) atau pneumonia (peradangan paru-paru).

Lamanya penyakit ini bervariasi tergantung pada tingkat keparahan gejala, namun secara umum serupa dengan durasi penyakit flu.

Bagaimana Menangani HMPV?

Karena HMPV adalah virus yang relatif baru dikenali, saat ini tidak ada pengobatan spesifik atau vaksin yang tersedia untuk melawan virus ini. Para penderita disarankan untuk memperlakukan HMPV seperti flu biasa, dengan banyak beristirahat di rumah dan membiarkan tubuh melawan infeksi secara alami.

Baca juga:

Apa Itu PCare BPJS Kesehatan? Begini Fitur dan Cara Daftar Terbaru 2024

Penting untuk mencatat bahwa meskipun tidak ada pengobatan khusus, pengelolaan penyakit ini dapat dilakukan dengan perawatan di rumah, seperti menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengonsumsi obat penurun demam sesuai kebutuhan.

Apakah HMPV Bisa Menjadi Pandemi?

Meskipun HMPV sudah beredar di banyak negara termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain, sejauh ini tidak ada informasi yang cukup untuk memprediksi apakah virus ini bisa menyebabkan pandemi global seperti yang terjadi pada COVID-19.

Berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru dengan sedikit atau bahkan tidak ada kekebalan populasi, HMPV sudah beredar di banyak negara, sehingga ada kekebalan kelompok yang lebih besar terhadapnya.

Namun, tetap penting untuk memperhatikan perkembangan lebih lanjut tentang virus ini. Mengingat potensi penyebaran yang cukup luas, penting untuk tetap waspada dan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang disarankan oleh otoritas kesehatan setempat.

Baca juga:

Apa Itu Bulldozer Parenting? Mengapa Terlalu Melindungi Anak Bisa Berdampak Buruk

Pencegahan dan Perlindungan Diri dari HMPV

Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk melindungi diri dari HMPV dan virus serupa lainnya adalah:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air
  • Menghindari menyentuh wajah, terutama mulut, hidung, dan mata dengan tangan yang belum dicuci
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang menunjukkan gejala flu
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
  • Menggunakan masker jika Anda merasa sakit atau berada di tempat umum dengan banyak orang

Disarankan untuk mengikuti langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan dan menjaga kebersihan diri adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari virus ini.

#Virus #China #Tiongkok #HMPV #Human Metapneumovirus #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Liaoning telah menggelar latihan militer selama lebih dari 40 hari di sejumlah wilayah, termasuk Pasifik Barat dan Laut China Selatan, pada awal tahun lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
China Kerahkan Kapal Induk ke Pasifik Barat
Indonesia
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
China disebut bersedia terus bersama Indonesia, mengikuti arahan strategis kepala negara kedua negara.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Menlu China Sambut Menlu Arrmanatha, Ingin Dorong Pembangunan Senasib Sepenanggungan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Pada 21 Agustus 2026 lalu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan China Laksamana Dong Jun bertemu di Jakarta dalam Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan Indonesia dan China.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
China dan Indonesia Bakal Lakukan Kerja Sama Keamanan Maritim
Dunia
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Zhang menjabat sebagai orang kedua setelah Presiden Xi Jinping dengan posisi wakil ketua Komisi Militer Pusat (CMC)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Baru Jabatan Maret 2023, Jenderal Orang Kedua Setelah Xi Jinping dan Kepala Staf Gabungan Dipecat Karena Korupsi
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Dunia
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Di China hukuman mati yang ditangguhkan biasanya diubah menjadi penjara seumur hidup jika tidak ada kejahatan baru yang dilakukan selama masa percobaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Korupsi Rp 388 Miliar! China Hukum Mati Mantan Gubernur Provinsi Shanxi Jin Xiangjun
Indonesia
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Jumlah orang yang hilang setelah bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal bertambah menjadi 558 orang
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Ratusan Orang Hilang Termasuk 250 WNA Dalam Bencana Longsor di Nepal
Kuliner
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Kasus ini mendorong Korea Selatan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Skandal Sawi Putih Berformaldehida di China Picu Kewaspadaan Korea Selatan, Parno Kimchi Beracun
Bagikan