Merahputih.com - Kondisi keamanan di Papua yang masih menghadapi tantangan serius akibat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mendapat perhatian serius Anggota Komisi I DPR RI, Taufiq R. Abdullah.
Taufiq menegaskan bahwa negara harus menerapkan pendekatan yang sangat hati-hati dan terukur guna menjaga stabilitas wilayah tanpa mengabaikan keselamatan warga sipil.
Baca juga:
Perempuan Asal NTT Jadi Korban Penyerangan KKB di Yahukimo, Papua
Diplomasi Luar Negeri dan Tantangan Lapangan
Kondisi di Bumi Cendrawasih saat ini dinilai belum sepenuhnya stabil. Kelompok bersenjata dilaporkan terus bergerak, bahkan mulai membangun jejaring komunikasi di kancah internasional untuk mendukung agenda mereka.
Fenomena ini menuntut pemerintah untuk tidak hanya fokus pada kekuatan senjata, tetapi juga pada strategi diplomasi dan sosial.
“Kita melihat memang situasinya belum aman sepenuhnya. Ada kelompok-kelompok yang masih terus berupaya mewujudkan cita-citanya,” ujar Legislator Fraksi PKB tersebut dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Dilema Penegakan Hukum di Tengah Masyarakat
Tantangan terbesar dalam memulihkan keamanan di Papua adalah pola pergerakan kelompok bersenjata yang seringkali berbaur dengan penduduk lokal. Hal ini menciptakan kompleksitas tinggi bagi aparat keamanan dalam melakukan penindakan tanpa menimbulkan efek samping bagi masyarakat non-kombatan.
Taufiq menekankan bahwa Kementerian Pertahanan dan aparat keamanan wajib mengedepankan pendekatan persuasif serta dialogis. Namun, kesiapsiagaan pasukan tetap tidak boleh kendur demi menjaga kedaulatan negara.
Baca juga:
KKB Tebar Ancaman di Papua, Pengusaha Asal Maros, Sulsel, Jadi Korban Terbaru
“Ketika harus dilakukan tindakan militer, problemnya mereka bercampur dengan sipil. Ini yang menjadi tantangan dan tidak mudah,” jelas Taufiq.
Ia mengingatkan bahwa strategi keamanan di Papua harus presisi dan berimbang. "Ini persoalan yang kompleks, sehingga penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan satu pendekatan saja," pungkasnya.