PKB Minta Akses Aparat ke Data Warga dalam RUU Satu Data Diawasi Ketat, jangan Sampai Ganggu Privasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
PKB Minta Akses Aparat ke Data Warga dalam RUU Satu Data Diawasi Ketat, jangan Sampai Ganggu Privasi

Juru Bicara Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad/ dok media PKB

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - FRAKSI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI meminta agar kewenangan aparat penegak hukum mengakses data masyarakat dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia tidak diberikan secara luas tanpa pengawasan. PKB menilai diperlukan mekanisme perizinan dan kontrol yang ketat untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan.

Juru Bicara Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad mengatakan akses terhadap data warga seharusnya hanya dapat dilakukan melalui prosedur hukum yang jelas, termasuk adanya persetujuan pengadilan serta pengawasan dari lembaga yang independen.

“Pemberian hak akses kepada aparat penegak hukum terhadap data harus memiliki standar yang jelas, izin pengadilan yang ketat, serta mekanisme pengawasan yang kuat. Akses aparat penegak hukum harus dibatasi oleh prinsip amanah dan kepentingan yang sah,” ujar Habib dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/7).

Menurut dia, integrasi data nasional memang dibutuhkan untuk mempercepat layanan publik dan mendukung pemerintahan berbasis digital. “Namun, tujuan tersebut tidak boleh mengorbankan hak konstitusional warga negara, khususnya perlindungan atas data pribadi dan privasi,” jelas dia.

Baca juga:

DPR Siap Bahas RUU Satu Data Indonesia untuk Integrasi Data Nasional



Habib menilai setiap pemanfaatan data oleh aparat harus dilakukan secara akuntabel dan berhati-hati guna menghindari penyalahgunaan wewenang maupun pelanggaran terhadap hak masyarakat. Selain menyoroti kewenangan akses data, PKB juga meminta pemerintah menerapkan sanksi administratif maupun pidana secara proporsional dalam RUU tersebut.

Habib mengingatkan agar aparat pemerintah, terutama di daerah dan desa, tidak menjadi korban kriminalisasi akibat keterbatasan kemampuan teknis selama masa transisi penerapan sistem baru. Penegakan sanksi harus mempertimbangkan masa transisi, terutama bagi instansi pemerintah dan aparatur desa yang belum siap secara teknis.

Jangan sampai undang-undang ini justru menjadi instrumen kriminalisasi terhadap petugas yang beriktikad baik.

Habib Syarief Muhammad, Juru Bicara Fraksi PKB


PKB turut mengusulkan pembentukan mekanisme pengaduan masyarakat yang melibatkan organisasi kemasyarakatan dan organisasi keagamaan sebagai mitra pengawasan.

Di samping itu, pemerintah diminta menyelaraskan substansi RUU Satu Data Indonesia dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, Undang-Undang Desa, dan Undang-Undang Statistik agar tidak terjadi tumpang tindih aturan maupun kewenangan antarlembaga.(knu)

Baca juga:

Rapat Pleno Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tentang Satu Data Indonesia



#RUU Satu Data Indonesia #DPR RI #PKB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar nilai ekonominya tidak menyusut dan potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Pembahasan regulasi tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional, terutama dalam memperbaiki penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Indonesia
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memajukan jadwal rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk menyerap masukan dari masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Indonesia
Cak Imin Berikan Bantuan Uang Tunai dan Pangan ke Relawan Karhutla Kalsel
Bantuan diberikan di sela peresmian Kantor Dewan Pengurus Wilayah PKB Kalimantan Selatan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Cak Imin Berikan Bantuan Uang Tunai dan Pangan ke Relawan Karhutla Kalsel
Indonesia
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Demo Jakarta 20 Oktober 2026 akan dimulai pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah jalan alternatif yang bisa dilalui.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Indonesia
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Indonesia
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Baleg DPR RI dan pemerintah tetap mengejar target penyelesaian RUU Hak Cipta pada 17 Desember 2026 meski pembahasan DIM disesuaikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Indonesia
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
UU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan. Regulasi ini mengatur larangan menahan ijazah, pesangon, JKP, cuti pekerja perempuan, magang, disabilitas, dan sanksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Bagikan