MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta pemerintah tidak bereaksi berlebihan terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan mengenakan tarif 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz. Politikus Golkar ini menilai Indonesia perlu bersikap tenang sambil mengkaji dampak kebijakan tersebut terhadap kepentingan nasional.
"Indonesia perlu menyikapi perkembangan ini secara tenang, terukur, dan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif," kata Dave dalam keterangannya, Rabu (15/7).
Menurut Dave, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menjadi lintasan utama perdagangan dan distribusi energi. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang memengaruhi lalu lintas di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada ekonomi global.
"Dampaknya bisa memengaruhi rantai pasok, harga energi, hingga arus perdagangan internasional," ujarnya.
Baca juga:
Trump Blokade Selat Hormuz, Akan Terapkan Biaya Keamanan 20 Persen Atas Kargo
Dave menegaskan Indonesia tetap berpegang pada prinsip hukum internasional yang menjamin kebebasan pelayaran di jalur laut internasional. Ia menilai kebijakan yang membebankan biaya secara sepihak terhadap perdagangan internasional seharusnya dibahas melalui mekanisme multilateral.
Setiap kebijakan yang berpotensi membatasi atau membebankan biaya secara sepihak terhadap lalu lintas perdagangan global semestinya dibahas melalui mekanisme multilateral yang berlaku dan mengacu pada ketentuan hukum internasional, bukan melalui tindakan unilateral.
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR
Dave juga meminta Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan respons berdasarkan kajian yang matang. Menurutnya, langkah diplomasi tetap harus menjadi pilihan utama Indonesia.
Tak hanya itu, pemerintah diminta mengantisipasi dampak ekonomi apabila ketegangan di Timur Tengah meningkat. Koordinasi lintas kementerian dinilai penting untuk menyiapkan langkah mitigasi terhadap kemungkinan terganggunya pasokan energi, kenaikan biaya logistik, dan tekanan terhadap perdagangan nasional.
"Pada prinsipnya, Indonesia harus terus mendorong penyelesaian setiap persoalan melalui dialog dan diplomasi, sekaligus menjaga agar jalur pelayaran internasional tetap aman dan terbuka bagi kepentingan perdagangan global," tutur Dave.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Angkatan Laut AS kembali memberlakukan blokade terhadap seluruh pelabuhan Iran.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan akan mengenakan tarif sebesar 20 persen bagi seluruh kargo yang melintasi Selat Hormuz sebagai kompensasi atas biaya operasi militer AS dalam menjaga keamanan kawasan tersebut.(Pon)
Baca juga:
Iran dan AS Kembali Memanas, Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz Melambat

