MerahPutih.com - Angkatan bersenjata Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan udara AS yang berada di Sheikh Isa di Bahrain, dan Ali al-Salem di Kuwait, kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Selasa (15/7).
Sejumlah drone MQ-9 Reaper dan gudang senjata serta suku cadang hancur akibat serangan tersebut. Operasi tersebut dilakukan sebagai serangan balasan AS terhadap beberapa fasilitas militer Iran di wilayah selatan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam wawancara kepada Fox News bahwa saat ini dirinya tidak ingin melakukan perundingan dengan Iran.
Untuk saat ini saya tidak ingin berunding. Saya tegaskan, kami tidak bernegosiasi. Tiga hari yang lalu, kami memiliki kesepakatan,
kata Trump pada Selasa (14/7).
Baca juga:
DPR Minta Pemerintah Cermati Tarif Trump untuk Kargo di Selat Hormuz
Pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026 yang diklaim Komando Pusat AS sebagai tanggapan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah. Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, menyusul gelombang serangan lain antara AS dan Iran.
Sementara itu, Presiden AS Trump mengatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Dia juga mengatakan Amerika Serikat akan kembali menerapkan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengenakan tarif 20 persen dari kargo yang ingin melewati Kawasan tersebut.

