Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai

Raker Menkes Budi Gunadi dengan Komisi IX DPR Bahas Program Kesehatan Prioritas Nasional

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengkritik mekanisme pemblokiran anggaran yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menurutnya, anggaran yang diblokir tidak semestinya tetap dihitung sebagai anggaran kementerian karena tidak bisa digunakan untuk menjalankan program.
 Hal itu disampaikan Budi saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/7).

"Nah, sampai saat ini kita di masa depan juga mau lebih terbuka ke Kementerian Keuangan. Kalau diblokir, jangan dibilang itu dikasi anggarannya dong. Lebih baik di Juni ditarik saja kalau mau," kata Budi.

Budi mengungkapkan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan pada 2025 baru mencapai 42,9 persen. Menurutnya, angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah Kementerian Kesehatan. Namun, ia menegaskan rendahnya serapan anggaran dipengaruhi pemblokiran anggaran senilai Rp 12,3 triliun.

"Pencapaian Kemenkes pada 2025 itu terendah dalam sejarah, 42,9 persen. Penyebabnya karena anggarannya diblokir Rp 12,3 triliun. Jadi tidak bisa dipakai," ujarnya.

Baca juga:

RDP Badan Gizi Nasional dengan Komisi IX DPR Bahas Penyerapan Anggaran Tahun 2025


Menurut Budi, bila anggaran yang diblokir tidak dimasukkan ke perhitungan, realisasi anggaran Kemenkes sebenarnya mencapai 93 persen. "Kalau kita hilangkan blokir ini dari angka, sebenarnya realisasinya tetap di atas 90 persen, yaitu 93 persen," katanya.

Ia menjelaskan pemblokiran terjadi pada sejumlah program penting, mulai dari kesehatan primer, kesehatan lanjutan, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), hingga program tuberkulosis (Tb) dan quick win pemerintah.

Meski demikian, Budi mengakui masih ada beberapa target yang memang belum berhasil dicapai kementeriannya. Selain besarnya nilai blokir, Budi juga menyoroti waktu pembukaan blokir yang dinilai terlalu mepet. Menurutnya, ada anggaran yang baru dibuka pada November 2025 sehingga kementerian tidak memiliki cukup waktu untuk menyerapnya.

Oleh karena itu, ia meminta tata kelola pemblokiran anggaran diperbaiki. Budi mengusulkan apabila Kementerian Keuangan memang tidak akan mencairkan anggaran, dana tersebut sebaiknya ditarik lebih awal, paling lambat Juni atau September.

Dengan begitu, kementerian dapat menyusun prioritas program secara lebih jelas tanpa dibayangi ketidakpastian anggaran hingga memasuki kuartal terakhir tahun berjalan.(Pon)

Baca juga:

Komisi A Soroti Penyerapan Anggaran RSUD Cipayung Hanya 75,91 Persen


#Kemenkes #Budi Gunadi Sadikin #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Indonesia
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Pengungkapan fakta secara utuh sangat penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat sekaligus memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Dokter Zahra, Evaluasi Total Program Magang
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Ketidakpastian kepemimpinan bank sentral dinilai berpotensi memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Sikapi Pengunduran Diri Gubernur BI
Indonesia
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Jatuhnya korban jiwa dalam konflik horisontal yang terjadi menjadi indikator bahwa mekanisme resolusi konflik di tingkat masyarakat masih perlu diperkuat.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Cegah Konflik Horizontal, DPR Minta Pemerintah Libatkan Ormas
Indonesia
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi.
Dwi Astarini - Senin, 27 Juli 2026
DPR Minta Penyelidikan Kematian Sutrimo Diusut Tuntas
Indonesia
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Selama penularan horizontal masih berlangsung, mereka tetap berisiko terinfeksi pada masa remaja maupun dewasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Indonesia
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Ganjar Pranowo merespons rencana Kaesang Pangarep yang maju di Pileg Solo 2029. Ia mengatakan, siapa pun boleh maju.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Maju di Pileg Solo 2029, Ganjar: itu Hak Politik Setiap Warga Negara
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
ICW meminta DPR berpegang pada hasil seleksi yang telah dilakukan sebelumnya serta mengutamakan integritas calon.
Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
ICW Wanti-Wanti DPR: Penunjukan PAW Anggota Ombudsman Harus Transparan dan Akuntabel
Indonesia
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kekerasan Seksual masih Jadi Ancaman Anak Indonesia, DPR Minta Pemerintah Permudah Sistem Pelaporan
Bagikan