MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin hingga Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9).
Rapat terbatas tersebut membahas kondisi keuangan sekaligus pelayanan BPJS Kesehatan. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Dalam rapat tersebut, Prabowo meminta peningkatan kualitas layanan BPJS Kesehatan kepada masyarakat. Salah satu perhatian yang disampaikan adalah persoalan antrean pasien dan pelayanan di rumah sakit.
Baca juga:
Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan
Prabowo Minta Antrean BPJS Dipangkas
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah menyetujui pencairan dana Rp 20 triliun untuk BPJS Kesehatan pada tahun ini.
(presiden) sudah menyetujui pencairan dana Rp 10 triliun plus Rp 10 triliun, jadi totalnya Rp 20 triliun tahun ini ke BPJS,
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Selain dukungan pendanaan, Prabowo memberikan arahan agar pelayanan kepada peserta BPJS ditingkatkan. Pemerintah diminta memastikan waktu antrean pasien dapat dipersingkat.
Budi mengatakan Prabowo juga meminta agar tidak ada lagi pembedaan pelayanan antara pasien BPJS dan pasien umum di rumah sakit.
"Antreannya bisa lebih pendek lagi. Kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS," ujarnya.
Arahan tersebut, lanjut Budi, akan menjadi perhatian Kementerian Kesehatan untuk memastikan persoalan pelayanan terhadap peserta BPJS tidak kembali menjadi polemik.
Baca juga:
Efek Berantai Tekanan Ekonomi Jika Iuran BPJS Kesehatan Jadi Dinaikkan
BPJS Hadapi Selisih Iuran dan Manfaat
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan adanya selisih antara iuran yang diterima BPJS dan manfaat pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta.
Pemerintah kemudian memberikan dukungan pendanaan sebesar Rp 20 triliun untuk memperkuat kondisi keuangan BPJS Kesehatan.
Prihati mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, dana Rp 20 triliun akan dicairkan secara bertahap sebelum akhir tahun.
Jadi, kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 20 T, yang Rp 10 T akan cair bulan ini dan Rp 10 T akan cair bulan November lah, sebelum akhir tahun,
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito.
(Knu)