MerahPutih.com - Juara Piala Dunia 2026, Spanyol, telah menegaskan dengan sangat jelas, bahwa mereka tidak menginginkan kehadiran Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam foto-foto kemenangan mereka.
Akun resmi Federasi Sepak Bola Spanyol mengunggah gambar yang telah diedit dari perayaan tim di New Jersey pada Senin (20/7).
Gambar itu menghilangkan sosok Presiden AS tersebut, setelah ia menolak untuk turun dari podium. Akun resmi Piala Dunia juga memotong gambar tersebut, sehingga sosok Trump tidak terlihat, kecuali bagian bahunya saja.
Donal Trump menyerahkan trofi Piala Dunia 2026 kepada Spanyol bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino, setelah mereka mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.
Baca juga:
Selebrasi Kemenangan Spanyol sebagai Juara Piala Dunia 2026 Diwarnai Penangkapan
Donald Trump Dianggap Ulur Waktu saat Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia 2026
View this post on Instagram
Namun, Trump enggan beranjak dari lokasi foto. Ia tampaknya berusaha mengulur waktu sebelum momen tradisional pengangkatan trofi dengan cara mengobrol bersama para pemain, sembari berebut posisi strategis di depan kelompok tersebut.
Lalu, Spanyol tidak meladeni hal tersebut. Rekaman video perayaan bersejarah tersebut memperlihatkan beberapa pemain dengan sopan mendorong Trump menjauh saat mereka bersiap untuk sesi foto resmi.
Namun, Trump tetap bertahan di sana, berlama-lama di samping tim, bahkan setelah Infantino berulang kali mencoba memintanya turun dari panggung.
Baca juga:
Toni Kroos Sindir Main Kasar Argentina Usai Spanyol Kunci Gelar Juara Piala Dunia
Ia akhirnya baru beranjak pergi setelah tim mengangkat trofi dan meriam konfeti diledakkan, yang menjadi sebuah upaya mencolok untuk memastikan dirinya ikut masuk dalam foto.
Sikapnya yang bersikeras untuk tetap berada dalam sorotan kamera muncul setelah berminggu-minggu Trump melontarkan komentar pedas terhadap Spanyol dan Perdana Menterinya, Pedro Sanchez, terkait masalah anggaran pertahanan NATO.
Donald Trump Sempat Bersitegang dengan Spanyol terkait NATO
Trump pernah menyebut Spanyol sebagai negara yang "tidak ada harapan," kemudian mencemooh rakyatnya sebagai orang-orang yang "buruk," serta mengancam akan "menghentikan seluruh perdagangan" dengan sekutu lama AS tersebut di tengah memanasnya perselisihan terkait NATO.
Pada bulan-bulan sebelumnya, ia juga sempat marah besar kepada Spanyol, setelah negara itu menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalan-pangkalan di Spanyol untuk membom Iran.
Namun, tidak ada tanda-tanda permusuhan tersebut yang terlihat usai pertandingan, setidaknya di hadapan publik.
Baca juga:
Sekembalinya di Pangkalan Gabungan Andrews, Trump mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan pihak Spanyol dan mengucapkan selamat atas pencapaiannya. Ia juga menyatakan, bahwa tidak ada "ketegangan" antara dirinya dan para pemimpin negara tersebut.
"Saya tidak memiliki ketegangan dengan siapa pun," ujar Trump dengan santai. (sof)

