Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Moms, Awasi Anak dalam Mengomentari Penampilan Orang Lain

Ikhsan Aryo Digdo - Rabu, 19 Oktober 2022

KOMENTAR anak-anak terhadap orang lain biasanya tidak memiliki filter. Lalu, apa yang dapat kamu lakukan ketika komentar itu diarahkan ke orang lain di depan umum?

Misalnya, kamu sekeluarga tengah berada di sebuah rumah makan. Kemudian, di sela-sela menikmati spagetinya, si bungsu yang berusia tiga tahun mengumumkan dengan keras bahwa perempuan yang duduk di belakangmu "sangat gemuk."

Baca Juga:

Hal yang Harus Dilakukan Saat Orangtua Punya Gaya Parenting Berbeda

Pertanyaan bagi banyak orangtua dalam situasi ini adalah apakah harus menghardik anak karena membuat pernyataan negatif tentang penampilan orang lain. Itu mungkin insting pertama kamu, tetapi itu tidak selalu menjadi reaksi terbaik.

Usaha untuk menanamkan penerimaan akan tubuh yang positif pada anak harus dengan teladan. (freepik/senivpetro)

Seorang pelatih pengasuhan anak Sarah Thunell yang tinggal di Seattle, AS mengatakan rasa ingin tahu seorang anak itu wajar dan normal. Selama situasi seperti itu, Thunell, yang berfokus pada pengasuhan body positive, menyarankan untuk mengakui pengamatan anak sambil membimbingnya. Kamu bisa mengatakan, "Ibu tahu bahwa kamu memperhatikan bahwa setiap tubuh berbeda." Setelahnya, tekankan bahwa fakta adanya perbedaan bentuk tubuh seseorang itu baik-baik saja.

Baik komentar seorang anak tentang berat badan atau kecacatan seseorang di depan umum, seorang psikolog anak dan remaja Lori Fishman PsyD di Massachusetts menyarankan untuk mengajari anak bahwa mengomentari tubuh orang tidak sopan.

"Kamu kemudian dapat membicarakannya secara pribadi di rumah jika ada pertanyaan, dan menjelaskan lebih lanjut bahwa tubuh setiap orang berbeda, warnanya berbeda, bentuk berbeda, ukuran berbeda, kemampuan berbeda," ujar Fishman, dikutip parents.com.

Baca Juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

Menurutnya, sebaiknya orang tua mengajari anak-anak untuk sama sekali tidak mengomentari penampilan seseorang, bahkan jika itu dimaksudkan untuk pujian. Pujian seperti "Gadis itu sangat cantik", "Dia sangat tinggi", atau "Dia sangat kurus", bisa berdampak negatif pada kepercayaan diri anak.

"Kita harus mengajari mereka untuk fokus pada sifat seperti pintar, lucu, berbakat, berani, dan pekerja keras," ujarnya

Orangtua dapat membuat percakapan lebih mendidik tentang penerimaan diri dan body positive. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Fishman juga mengatakan bahwa sekeras apa pun komentar anak, respons sebagai orangtua harus sejelas mungkin. Alih-alih merespons secara emosional atau sekadar mengonfirmasi bahwa semua tubuh berbeda, kamu dapat membuat percakapan lebih mendidik tentang penerimaan diri dan body positive. Tentunya yang sesuai dengan usia anak.

Sebagai orang tua, kamu dihadapkan pada tugas yang seringkali tidak ada habisnya untuk melakukan dan mengatakan hal benar. Usaha untuk menanamkan penerimaan akan tubuh yang positif menjadi sulit karena kamu harus melakukannya terlebih dahulu.

Fishman mendorong orang tua untuk juga memperhatikan cara mereka berkomentar tentang orang lain di depan anak-anak mereka. (aru)

Baca Juga:

Metode Parenting yang Tepat

Baca Artikel Asli