Parenting

Moms, Awasi Anak dalam Mengomentari Penampilan Orang Lain

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 19 Oktober 2022
Moms, Awasi Anak dalam Mengomentari Penampilan Orang Lain

Haruskah menghardik anak karena membuat pernyataan negatif tentang penampilan orang lain? (Foto: Pexels/Ron Lach)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KOMENTAR anak-anak terhadap orang lain biasanya tidak memiliki filter. Lalu, apa yang dapat kamu lakukan ketika komentar itu diarahkan ke orang lain di depan umum?

Misalnya, kamu sekeluarga tengah berada di sebuah rumah makan. Kemudian, di sela-sela menikmati spagetinya, si bungsu yang berusia tiga tahun mengumumkan dengan keras bahwa perempuan yang duduk di belakangmu "sangat gemuk."

Baca Juga:

Hal yang Harus Dilakukan Saat Orangtua Punya Gaya Parenting Berbeda

Pertanyaan bagi banyak orangtua dalam situasi ini adalah apakah harus menghardik anak karena membuat pernyataan negatif tentang penampilan orang lain. Itu mungkin insting pertama kamu, tetapi itu tidak selalu menjadi reaksi terbaik.

Usaha untuk menanamkan penerimaan akan tubuh yang positif pada anak harus dengan teladan. (freepik/senivpetro)

Seorang pelatih pengasuhan anak Sarah Thunell yang tinggal di Seattle, AS mengatakan rasa ingin tahu seorang anak itu wajar dan normal. Selama situasi seperti itu, Thunell, yang berfokus pada pengasuhan body positive, menyarankan untuk mengakui pengamatan anak sambil membimbingnya. Kamu bisa mengatakan, "Ibu tahu bahwa kamu memperhatikan bahwa setiap tubuh berbeda." Setelahnya, tekankan bahwa fakta adanya perbedaan bentuk tubuh seseorang itu baik-baik saja.

Baik komentar seorang anak tentang berat badan atau kecacatan seseorang di depan umum, seorang psikolog anak dan remaja Lori Fishman PsyD di Massachusetts menyarankan untuk mengajari anak bahwa mengomentari tubuh orang tidak sopan.

"Kamu kemudian dapat membicarakannya secara pribadi di rumah jika ada pertanyaan, dan menjelaskan lebih lanjut bahwa tubuh setiap orang berbeda, warnanya berbeda, bentuk berbeda, ukuran berbeda, kemampuan berbeda," ujar Fishman, dikutip parents.com.

Baca Juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

Menurutnya, sebaiknya orang tua mengajari anak-anak untuk sama sekali tidak mengomentari penampilan seseorang, bahkan jika itu dimaksudkan untuk pujian. Pujian seperti "Gadis itu sangat cantik", "Dia sangat tinggi", atau "Dia sangat kurus", bisa berdampak negatif pada kepercayaan diri anak.

"Kita harus mengajari mereka untuk fokus pada sifat seperti pintar, lucu, berbakat, berani, dan pekerja keras," ujarnya

Orangtua dapat membuat percakapan lebih mendidik tentang penerimaan diri dan body positive. (Pexels/Ketut Subiyanto)

Fishman juga mengatakan bahwa sekeras apa pun komentar anak, respons sebagai orangtua harus sejelas mungkin. Alih-alih merespons secara emosional atau sekadar mengonfirmasi bahwa semua tubuh berbeda, kamu dapat membuat percakapan lebih mendidik tentang penerimaan diri dan body positive. Tentunya yang sesuai dengan usia anak.

Sebagai orang tua, kamu dihadapkan pada tugas yang seringkali tidak ada habisnya untuk melakukan dan mengatakan hal benar. Usaha untuk menanamkan penerimaan akan tubuh yang positif menjadi sulit karena kamu harus melakukannya terlebih dahulu.

Fishman mendorong orang tua untuk juga memperhatikan cara mereka berkomentar tentang orang lain di depan anak-anak mereka. (aru)

Baca Juga:

Metode Parenting yang Tepat

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Indonesia
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Perlu diiringi dengan edukasi yang mencakup tiga elemen kunci yakni anak, orangtua, dan tenaga pendidik.
Dwi Astarini - Jumat, 08 Agustus 2025
Tak hanya Melarang Roblox, Pemerintah Dituntut Lakukan Reformasi Literasi Digital untuk Anak-Anak
Bagikan