Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat

Ilustrasi. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang berpadu dengan cuaca terik di berbagai wilayah.

Pastikan kamu menyimak informasi cuaca terbaru ini sampai habis agar rencana aktivitas di luar rumah tidak berantakan gara-gara salah kostum atau terjebak badai.

Baca juga:

Fotografernya Hilang Liputan Erupsi Anak Krakatau, 3 Media Bentuk Posko Bersama

Kondisi cuaca 8-10 September 2026 ini memang agak tricky, karena meski kita masih berada di tengah puncak musim kemarau, ancaman angin kencang dan hujan badai justru mengintai beberapa provinsi.

Nggak cuma urusan curah hujan, BMKG juga menyoroti bahaya paparan abu vulkanik Anak Krakatau yang mewajibkan warga di sekitar area terdampak untuk memperketat proteksi diri.

Biar nggak penasaran, yuk bongkar rincian daerah mana saja yang wajib ekstra waspada dalam beberapa hari ke depan!

Peta Potensi Hujan & Angin Kencang (8-10 September 2026)

Secara umum, langit Indonesia akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Tapi, kamu yang tinggal di wilayah Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, hingga daratan Papua wajib sedia payung karena intensitas hujannya diprediksi akan meningkat jadi level sedang.

Nah, buat kamu yang berada di zona merah, harap ekstra hati-hati. Berikut adalah daftar wilayah dengan peringatan dini cuaca ekstrem:

  • Status Siaga (Hujan Lebat - Sangat Lebat): Aceh dan Sumatra Utara. Siapkan diri untuk potensi kilat dan petir!

  • Waspada Angin Kencang: Hembusan angin kencang berpotensi menyapu wilayah Aceh, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan (Barat, Tengah, Selatan, Timur), NTB, NTT, Sulawesi (Utara, Selatan, Tenggara), Gorontalo, Maluku, serta hampir seluruh wilayah Papua.

Darurat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Selain cuaca ekstrem, ada imbauan serius bagi masyarakat yang berdomisili di zona paparan erupsi. Jangan anggap remeh debu yang beterbangan, karena dampaknya sangat buruk buat kesehatan paru-paru.

Masyarakat di area terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diimbau untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung jika harus beraktivitas di luar.

Hal ini karena abu vulkanik dapat menyebabkan iritasi pada mata dan saluran pernapasan, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan,

tegas laporan resmi BMKG.

Tips Menghadapi Kemarau 'Basa-Basi'

Baca juga:

5 Jurnalis Hilang Kontak saat Meliput Gunung Anak Krakatau, Pencarian Dilanjutkan Rabu (9/9)

Meski di beberapa tempat diguyur hujan, jangan lupa kalau status kita masih berada di musim kemarau dengan udara yang lumayan kering. Biar tubuh tetap fit dan lingkungan aman, perhatikan langkah-langkah survival berikut ini:

  1. Proteksi Kulit & Tetap Hidrasi: Jangan malas pakai sunscreen atau tabir surya kalau terpaksa panas-panasan di siang bolong. Minum air putih yang cukup biar kamu nggak gampang tepar atau dehidrasi.

  2. Hemat Air & Cegah Karhutla: Musim kering bikin pasokan air menipis. Tolong hemat penggunaan air bersih! Selain itu, setop kebiasaan bakar sampah sembarangan atau buka lahan pakai api, apalagi di area rawan seperti lahan gambut atau semak belukar. Kalau lihat ada titik api (hotspot), langsung lapor ke petugas setempat.

  3. Awas Bencana Dadakan: Hujan lokal yang datang tiba-tiba sering kali bawa 'paket komplit' bareng petir dan angin kencang. Kalau cuaca mulai gelap, segera cari tempat berlindung yang aman. Jauhi pohon rindang, baliho, atau bangunan tua yang gampang roboh.

#BMKG #Prakiraan Cuaca #Prakiraan Cuaca BMKG #Prakiraan Cuaca Terbaru
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Butuh info prakiraan cuaca sepekan ke depan? Cek peringatan dini BMKG (8-10 September 2026) soal potensi hujan lebat, angin kencang, hingga imbauan abu vulkanik Anak Krakatau di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 09 September 2026
Update Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 8-10 September 2026: Aceh dan Sumatera Utara Berstatus Siaga Hujan Sangat Lebat
Indonesia
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendukung wacana integrasi Badan Geologi dan BMKG untuk memperkuat koordinasi serta efisiensi penanganan bencana.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Badan Geologi dan BMKG Diwacanakan Terintegrasi, Ketua Komisi V DPR Soroti Efisiensi dan Koordinasi
Indonesia
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Puan mengatakan DPR siap mendukung jika hasil kajian menyimpulkan integrasi kedua lembaga tersebut dapat membuat pemantauan dan mitigasi bencana lebih efektif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Puan: Penggabungan BMKG dan Badan Geologi Jangan Buru-Buru, Harus Dikaji Dulu
Indonesia
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BMKG bersama BNPB dan pihak terkait menggelar OMC sejak 7 September 2026 untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
OMC Dimulai, BMKG Berupaya Percepat Pembersihan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Kondisi gelombang laut yang dapat mencapai hingga 4 meter berpotensi membahayakan moda transportasi laut dari skala kecil hingga besar.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia, Nelayan dan Kapal Penyeberangan Diminta Waspada
Indonesia
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
BMKG mengingatkan ancaman El Nino sangat kuat saat musim kemarau 2026. Musim hujan diprediksi mulai bertahap pada pertengahan Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
BMKG Buka-bukaan soal El Nino Sangat Kuat, Musim Hujan Baru Datang Oktober
Indonesia
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG keluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan ke depan.
Frengky Aruan - Senin, 07 September 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Wilayah Sumatera Utara, Ada Potensi Bencana Hidrometeorologi
Indonesia
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Khawatir dengan paparan debu vulkanik Anak Krakatau? Tenang, modifikasi cuaca BMKG siap menyapu bersih abu di udara dalam 1-2 hari. Cek cara kerjanya di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
BMKG Gelar OMC, Hujan Buatan Siap Sapu Bersih Debu Vulkanik Anak Krakatau dalam 2 Hari
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Berita
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Kondisi Anak Krakatau saat ini, Senin 7 September 2026, masih aktif. Simak data erupsi, kegempaan, sebaran abu dan fakta Krakatau.
ImanK - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bagaimana Kondisinya Hari Ini? Ini Data Terbarunya
Bagikan