Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Mata Kanan Novel Baswedan Terancam Kembali Dioperasi

Wisnu Cipto - Selasa, 22 Mei 2018

MerahPutih.com - Kondisi mata kanan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum terlihat signifikan. Pertumbuhan pembuluh darah pada lensa mata kanan akibat luka 'carutan' bertambah.

"Jika kondisi memburuk, maka akan dilakukan operasi seperti halnya mata kiri. Besok dijadwalkan dilakukan pemeriksaan dengan Dokter ahli glaukoma dan Dokter untuk cek kondisi lensa mata," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).

Sejumlah aktivis anti korupsi melakukan aksi damai dan orasi dukungan untuk Novel Baswedan di Taman Pandang, depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4). (ANTARA FOTO/ Reno Esnir)

Tim dokter yang menangani Novel di Singapura memastikan penyidik senior KPK itu belum dapat kembali bekerja di lembaga antirasuah hingga akhir Juni 2018 mendatang.

"Tadi dokter memberikan keterangan bahwa sampai dengan tanggal 28 Juni 2018, Novel masih harus istirahat dan belum bisa mulai bekerja karena menurut dokter masih unfit for duty," jelas Febri.

Sebelumnya, Novel menyatakan keinginannya untuk segera kembali bekerja di lembaga antirasuah itu. Keinginan itu disampaikan Novel seusai menghadiri musyawarah umum anggota Wadah Pegawai (WP) KPK sekaligus proses peralihan pengurus WP lama periode 2016-2018 dengan para calon Ketua WP.

"Saya belum aktif di KPK karena saya belum bisa membaca belum bisa melihat dengan jelas bahkan rekan-rekan di depan ini saya tidak lihat jelas dan apabila nanti saya sudah bisa membaca teks saya ingin segera bisa masuk bekerja," kata dia di gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/5).

novel
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8). (ANTARA FOTO/Monalisa)

Dalam kesempatan itu, Novel juga berharap penglihatan mata sebelah kanannya juga dapat stabil. "Yang kanan karena ada banyak problematika tentunya diharapkan minimal stabil lah, minimal stabil, saya juga berdoa semoga ada suatu mukjizat buat mata saya jadi lebih jelas melihat," ucap Novel.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017 usai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Namun hingga setahun sejak penyerangan Novel, pelaku penyerangan belum juga ditemukan.

Serangan itu menyebabkan mata sebelah kiri Novel harus dioperasi, Dia pun harus menjalani perawatan di Singapura. Novel kembali ke Jakarta untuk pertama kali usai serangan itu, Februari lalu.

Novel sudah menjalani operasi besar sebanyak dua kali. Pada operasi pertama, mata kanan Novel Baswedan mulai bisa melihat dan mengalami perbaikan yang signifikan. Operasi kedua sendiri baru dilaksanakan pada Jumat, 23 Maret 2018.

Novel
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. (ANTARA FOTO)

Setelah menjalani serangkaian tindakan medis termasuk operasi, Novel diizinkan oleh tim dokter kembali ke Indonesia dan menjalani rawat jalan. Pada Senin (21/5), Novel kembali menjalani pemeriksaan di rumah sakit di Singapura.

Selama Novel menjalani perawatan, polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman. Beberapa orang sempat diamankan karena diduga sebagai pelaku, tapi mereka kemudian dilepaskan karena tidak ada bukti.

Polda Metro Jaya sudah merilis tiga sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (Pon)

Baca Artikel Asli