MerahPutih.com - Kasus demam berdarah di Kota Solo meningkat sejak awal tahun 2022.
Terbaru, kasus demam berdarah menyerang cucu keempat Presiden Jokowi La Lembah Manah. Akibat kejadian itu, anak kedua Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda itu harus dirawat di rumah sakit.
Permintaan jasa fogging di Solo pun mengalami peningkatan seiring peningkatan kasus.
Baca Juga:
La Lembah Kena Demam Berdarah, Istri Gibran Ingatkan Orang Tua Jaga Kebersihan
Koordinator lapangan pegiat Fogging Katresnan Solo, Surono mengatakan, permintaan fogging DBD sudah mulai banyak diterima sejak bulan Desember lalu. Namun, rata-rata permintaan datang dari rumah pribadi.
"Permintaan fogging meningkat terjadi pada pekan kedua Desember. Peningkatan itu terus terjadi sampai awal Maret ini," ujar Surono, Minggu (6/3).
Dikatakannya, permintaan fogging terjadi untuk rumah pribadi warga setelah muncul kasus warga terkena penyakit demam berdarah. Sementara itu, untuk permintaan dari sekolah baru ini.
"Permintaan fogging untuk sekolah baru akhir Februari ini terjadi. Rata-rata fogging dilakukan sekolah bukan karena ada temuan kasus, tetapi sebagai antisipasi," kata dia.
Baca Juga:
Cucu Jokowi Sempat Alami Masa Kritis di Rumah Sakit akibat Demam Berdarah
Tidak hanya permintaan fogging demam berdarah, lanjut dia, permintaan fogging untuk COVID-19 juga mengalami peningkatan. Rata-rata permintaan fogging demam berdarah per hari bisa sampai belasan hingga puluhan rumah dan sekolah.
"Karena banyak yang minat memanfaatkan jasa fogging demam berdarah, warga harus bersabar mengantre," ucap dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih mengatakan, pihaknya mencatat sebanyak 13 orang terkena penyakit demam berdarah (DB). Data tersebut tersebut tercatat pada 1 Januari sampai 21 Februari.
"Ini ada 13 kasus DB yang ditemukan di Solo. Dari kasus itu tidak ada satu pun yang meninggal dunia," ujar Ning sapaan akrabnya.
Ning menyebut temuan 13 kasus DB di Solo berasal dari dua kelurahan, yaitu Kelurahan Mojosongo dan Kelurahan Sumber. Untuk kasus DB putra Wali Kota Solo, masuknya data di Sumber.
"Awal tahun ini kasus DB meningkat. Ini jadi perhatian kita semua untuk hati-hati," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
572 Pasien COVID-19 Omicron di Indonesia, Mayoritas Gejala Batuk dan Demam