Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

KPU Bantul Libatkan Difabel pada Proses Lipat dan Sortir Surat Suara

Zulfikar Sy - Selasa, 24 November 2020

MerahPutih.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mulai melakukan kegiatan sortir dan lipat surat suara. KPU Bantul turut melibatkan kaum difabel dalam proses pesta demokrasi ini.

Ketua KPU Bantul Didik Joko Nugroho menjelaskan, ada 12 penyandang disabilitas yang menjadi petugas pelipatan dan penyortiran.

"Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan akses yang sama bagi penyandang disabilitas di setiap tahapan pemilihan," kata Didik di Yogyakarta, Selasa (24/11).

Baca Juga:

KPU Kota Depok Pastikan Pencetakan Surat Suara Lancar


Seluruh surat suara yang dilipat dan disortir berjumlah 725.317 lembar. Jumlah tersebut terdiri dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Bantul ditambah cadangan sebanyak 2,5 persen dan 2.000 surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU).

"Kegiatan sortir dan lipat surat suara dilaksanakan di dua Gudang KPU. Selama proses pelipatan dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan petugas pengawas dari KPU dan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Bantul. Gak bisa sembarang orang keluar masuk," katanya.

 Proses pelipatan dan penyortiran surat suara pilpres dan pileg 2019. (Foto: MP/Teresa Ika)
Ilustrasi - Proses pelipatan dan penyortiran surat suara pilpres dan pileg 2019. (Foto: MP/Teresa Ika)

Dalam kegiatan sortir dan lipat surat suara, KPU Bantul melibatkan sebanyak 80 petugas. Untuk menjaga agar tidak terjadi kerumunan dalam proses sortir dan lipat, maka dibagi dua tempat sortir dan lipat, sehingga antar petugas tetap dapat menjaga jarak satu sama lain.

"Untuk mengantisipasi pemalsuan maka di dalam surat suara diberikan pengamanan berupa mikroteks," tuturnya.

Kegiatan pelipatan dan penyortiran ditargetkan selesai hari akhir minggu ini selanjutnya para petugas akan melakukan pengepakan alat kelengkapan TPS termasuk didalamnya alat pelindung diri (APD) untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Baca Juga:

KPU Bantul Gelar Simulasi Pilkada Pekan Depan

Koordinator Divisi Teknis KPU Bantul Joko Santosa mengatakan, di setiap TPS nantinya akan mendapatkan beberapa jenis alat pelindung diri yang diperuntukkan bagi KPPS maupun bagi pemilih seperti masker dan sarung tangan sekali pakai.

"Di setiap TPS juga akan dilengkapi dengan thermo gun (alat pengukur suhu), baju hazmat, dan disinfektan yang digunakan untuk sterilisasi TPS secara berkala," katanya.

Pilkada Bantul diikuti oleh dua Paslon, yaitu Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo nomor urut 1 dan Suharsono-Totok Sudarto nomor urut 2.

Abdul Halim merupakan petahana yang menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul periode 2016-2021. Begitu juga dengan Suharsono yang merupakan Bupati Bantul periode 2016-2021. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

429.231 Lembar Surat Suara Tiba di KPU Solo

Baca Artikel Asli