Merahputih.com - Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Di balik keindahan panorama Gunung Merapi, tersimpan kisah kelam tentang dahsyatnya erupsi yang pernah melanda kawasan lerengnya. Salah satu saksi bisu peristiwa tersebut adalah Bunker Kaliadem, yang kini menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi kebencanaan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bunker Kaliadem terletak di kawasan Kaliadem, Kelurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman. Bangunan beton ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman pada 2001 dan diresmikan pada 2005 sebagai tempat perlindungan darurat bagi warga, relawan, peneliti, dan petugas pemantau aktivitas Gunung Merapi.
Bunker tersebut dilengkapi konstruksi beton bertulang serta fasilitas pendukung untuk menghadapi kondisi darurat. Namun, dahsyatnya erupsi Merapi menunjukkan bahwa kekuatan alam dapat melampaui perkiraan manusia.
Kini, kawasan Bunker Kaliadem dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi. Pengunjung dapat melihat langsung bangunan bunker serta material vulkanik yang tersisa di sekitarnya, sembari mengenang dampak erupsi terhadap masyarakat setempat.
Selain menyimpan nilai sejarah, kawasan ini juga menawarkan panorama Gunung Merapi dari dekat. Lanskap pegunungan dan jejak aktivitas vulkanik menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengenal sejarah bencana.
Keberadaan Bunker Kaliadem menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana serta memahami risiko tinggal di kawasan rawan erupsi. Wisata ini tidak hanya menghadirkan pengalaman berkunjung, tetapi juga memberikan pelajaran tentang kekuatan alam dan pentingnya keselamatan masyarakat. (Foto: MP/Didik Setiawan).