MerahPutih.com - Kepadatan penumpang di sejumlah stasiun mendapatkan teguran dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Ia meminta PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk lebih memperketat pengawasan protokol kesehatan.
Untuk itu, KCI melaksanakan tes antigen COVID-19 secara acak kepada para pengguna KRL menyusul terjadinya penumpukan penumpang di dalam gerbong.
Baca Juga
Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu
Tes antigen tersebut dilakukan di empat stasiun yakni Stasiun Manggarai, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Tes COVID-19 tersebut dilakukan pada Sabtu (15/5) dan Minggu (16/5)
"Di empat stasiun yang jumlah penggunanya cukup banyak selama masa libur lebaran ini," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba di Jakarta, Minggu (16/5).
Anne melanjutkan, tes antigen acak dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik stasiun. Bagi para pengguna yang hasilnya negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan dengan KRL.
"Sementara para pengguna yang hasilnya positif akan tidak diizinkan naik KRL dan datanya dilaporkan ke satgas COVID-19 setempat," terangnya.
KAI Commuter mengajak para calon pengguna yang ingin memeriksakan diri untuk secara sukarela dapat menjalani tes ini.
Para pengguna yang ditunjuk secara acak oleh petugas juga kami minta dapat mengikuti tes untuk kesehatan diri sendiri dan sesama pengguna KRL. (Asp)
Baca Juga