Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Mundur ke Akhir September, BEI Tunda Implementasi Batas Minimum Harga Saham Rp 1

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunda pemberlakuan aturan saham Rp1 atau kebijakan penyesuaian batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai, yang sedianya meluncur pada 7 September 2026.

Regulasi untuk mengubah batas bawah pencatatan dari Rp50 menjadi Rp1 per saham ini terpaksa diundur hingga pekan ketiga atau keempat September 2026, lantaran otoritas bursa masih harus menunggu kesiapan sistem dari sejumlah broker.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Menghijau, Investor Masih Tahan Napas Tunggu Data Ekonomi

Langkah kehati-hatian Bursa Efek Indonesia ini diambil guna memastikan likuiditas saham dan transaksi harian berjalan mulus tanpa kendala teknis.

Meski dari hasil mock trading (simulasi perdagangan) sebagian besar Anggota Bursa sudah siap menyambut batas minimum harga saham terbaru ini, BEI tidak mau ambil risiko.

Mereka memilih untuk memberikan waktu ekstra dan pendampingan khusus bagi sekuritas yang sistemnya masih tertinggal, agar pasar reguler dan pasar tunai tetap stabil saat kebijakan benar-benar live.

Alasan Utama BEI Tunda Aturan Saham Rp1

Ilustrasi

Usut punya usut, penundaan ini murni karena urusan kesiapan infrastruktur dari para pelaku pasar itu sendiri.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, secara blak-blakan menjelaskan hasil dari simulasi yang telah mereka lakukan sebelumnya.

Jadi untuk persiapan penghapusan harga minimum Rp50 itu sudah dua kali kita mengadakan mock trading (simulasi perdagangan saham). Dari dua kali mock trading itu hasil sementara adalah 83 Anggota Bursa sudah siap, tetapi 8 Anggota Bursa itu belum siap,

ungkap Jeffrey dinukil Antara.

Bukannya meninggalkan broker yang belum siap, BEI justru turun tangan langsung untuk mengawal proses transisi ini. Mereka ingin saat tombol live ditekan, seluruh ekosistem pasar modal sudah berada di frekuensi yang sama.

Saat ini kita intens berkomunikasi dengan anggota bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kita berikan. Kemudian target untuk live kita jadikan menjadi di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September (2026). Karena kita akan menunggu kesiapan dari seluruh anggota bursa,

tambah Jeffrey.

Dampaknya Terhadap Likuiditas dan Dana Asing

Banyak investor ritel yang khawatir kalau saham gocap (Rp50) kini bisa nyungsep hingga Rp1, bakal ada efek kejut bagi pasar, termasuk potensi kaburnya dana asing (capital outflow).

Namun, BEI menepis kekhawatiran tersebut. Penyesuaian batas minimum harga saham ini justru dirancang untuk menyehatkan pasar.

Harusnya tidak ada, tidak akan mempengaruhi potensial outflow. Tetapi, yang kita tuju adalah likuiditas yang lebih baik dan price discovery (pembentukan harga) yang lebih baik,

tegas Jeffrey.

Dengan harga yang lebih fleksibel mencerminkan fundamental perusahaan yang sebenarnya, pasar diyakini akan bergerak lebih efisien.

Respons Positif Penyedia Indeks Global (MSCI & FTSE)

Selain investor domestik, pandangan dari lembaga penyedia indeks global juga jadi sorotan. Menariknya, BEI sangat optimistis kalau nama-nama besar seperti MSCI hingga FTSE bakal menyambut hangat kebijakan batas harga saham Rp1 ini.

Baca juga:

IHSG Menguat ke 6.525, BEI Siap Hapus Aturan Harga Saham Rp 50

Rasa percaya diri bursa ini bukan tanpa alasan. Berkaca dari serangkaian Focus Group Discussion (FGD) dan uji coba di tanggal 22 serta 29 Agustus 2026 lalu, antusiasme institusi terpantau sangat baik.

Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespon ini dengan positif,

tutupnya.
#Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham #IHSG #IHSG Hari Ini #Bursa Efek Indonesia (BEI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Ia berjanji akan mengusut dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kapolri Sebut Ada Dugaan Pidana Pasar Modal, Siap Ambil Tindakan Tegas
Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Bagikan