IHSG Menguat ke 6.525, BEI Siap Hapus Aturan Harga Saham Rp 50

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
IHSG Menguat ke 6.525, BEI Siap Hapus Aturan Harga Saham Rp 50

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (21/8) di zona hijau dengan lonjakan 24,10 poin atau 0,37 persen menuju level 6.525,69.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut terkerek 5,85 poin atau 0,92 persen ke posisi 644,59.

Baca juga:

IHSG Hari Ini: Tembus 6.500, Aturan Saham Gocap Jadi Rp 1 dan Redupnya Bursa Saham AS

Pergerakan positif bursa regional terdorong oleh rilis data ekonomi Jepang serta antisipasi pasar terhadap arah kebijakan ekonomi China.

Sektor manufaktur Jepang mencatatkan ekspansi aktivitas pabrik delapan bulan berturut-turut dengan kenaikan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur S&P Global ke angka 55,1, menandai laju pertumbuhan terkuat sejak awal tahun.

Bursa regional Asia bergerak menguat, tampaknya pelaku pasar merespon rilis data ekonomi Jepang dan juga menantikan pertemuan komite China,

ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Faktor Eksternal dan Rencana Reformasi Perdagangan BEI

Ilustrasi

Sentimen pasar global turut terwarnai oleh dinamika ekonomi Amerika Serikat serta kenaikan harga minyak mentah akibat potensi sanksi ekonomi baru terhadap Iran di kawasan Selat Hormuz.

Di sisi lain, perhatian utama pelaku pasar domestik tertuju pada rencana strategis BEI menghapus batas harga saham minimum Rp50 (saham gocap) demi meningkatkan likuiditas perdagangan.

Kebijakan harga minimum Rp50 yang telah bertahan lebih dari satu dekade dinilai kerap mendistorsi mekanisme pasar pada saham berharga rendah.

"Penghapusan tingkat minimum akan memungkinkan harga untuk mencerminkan penawaran dan permintaan dengan lebih baik, dan langkah ini sejalan dengan upaya regulasi yang lebih luas untuk memperkuat likuiditas di pasar ekuitas Indonesia. Namun berpotensi meningkatkan risiko spekulasi pada saham-saham berharga rendah," tutur Maximilianus Nico Demus.

Rangkuman Data Ekonomi dan Statistik Transaksi Saham

Penguatan IHSG mendapat dukungan kuat dari perbaikan fundamental ekonomi nasional serta dominasi sektor penggerak utama.

  • Perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI): Bank Indonesia merekam penurunan defisit NPI secara drastis dari 9,1 miliar dolar AS (sekitar Rp160,9 Triliun) pada triwulan pertama menjadi 0,9 miliar dolar AS (sekitar Rp15,9 Triliun) pada triwulan kedua.

  • Pergerakan Sektor IHSG: Sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 0,61 persen, diikuti sektor barang baku 0,57 persen, serta sektor keuangan 0,31 persen.

  • Volume dan Nilai Transaksi: Perdagangan saham mencatatkan frekuensi 2.234.000 kali transaksi dengan volume 56,72 miliar lembar saham senilai Rp17,37 triliun.

  • Sebaran Saham: Sebanyak 332 saham menguat, 314 saham melemah, serta 317 saham bergerak stagnan.

  • Saham Top Gainers: Saham CSMI, GRIA, SDMU, PIPA, dan BLUE mencatatkan lonjakan harga tertinggi.

  • Saham Top Losers: Saham HATM, SMLE, TCPI, AEGS, dan IKPM mengalami koreksi terbesar.

  • Pergerakan Bursa Regional Asia: Indeks Hang Seng naik 1,21 persen ke 25.008,46, Kospi naik 0,88 persen ke 6.912,95, Straits Times naik 0,32 persen ke 5.690,08, Shanghai naik 0,04 persen ke 3.905,20, sedangkan Nikkei melemah 0,36 persen ke 66.040,00.

Langkah reformasi harga minimum saham oleh BEI bersamaan dengan penyusutan defisit NPI memperkuat fondasi pasar ekuitas Indonesia dalam menghadapi dinamika pasar keuangan global.

#IHSG #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Bagikan