Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan tren positif pada pembukaan perdagangan, Kamis (20/8) dengan bergerak menguat mengikuti gairah bursa saham kawasan Asia.
Peningkatan nominal buyback obligasi jangka panjang Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu utama dorongan sentimen positif bagi para investor di pasar modal.
IHSG dibuka melesat 53,12 poin atau 0,83 persen menuju posisi 6.447,25. Sejalan dengan pergerakan indeks acuan, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut melonjak 5,06 poin atau 0,81 persen menuju posisi 632,53.
Apabila IHSG gagal kembali menembus 6.490-6.500, pullback berpotensi berlanjut menuju 6.377-6.355, dengan support berikutnya di 6.294-6.286. Selama area tersebut mampu dipertahankan, peluang IHSG untuk kembali menguji resistance 6.490-6.500 masih terbuka. Sebaliknya, apabila IHSG berhasil menembus 6.500, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.723,
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.
Dukungan Sentimen Global dan Stabilitas Domestik
Sentimen pasar global membaik drastis setelah Departemen Keuangan AS menaikkan alokasi buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS (sekitar Rp71,16 triliun) per operasi dari sebelumnya 2 miliar dolar AS (sekitar Rp35,58 triliun).
Kebijakan moneter tersebut sukses meredakan tekanan di pasar obligasi sekaligus menopang ekuitas pasar saham internasional.
Di sisi lain, risalah rapat Bank Sentral AS (The Fed) menunjukkan mayoritas pejabat memilih mempertahankan suku bunga acuan, walau risiko inflasi tetap diwaspadai.
Ketegangan geopolitik terkait jalur perdagangan energi Selat Hormuz antara AS dan Iran juga terus dipantau investor karena memicu ketidakpastian pasar global.
Dari dalam negeri, fondasi makroekonomi Indonesia tergolong sangat solid. Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen serta kepemilikan cadangan devisa sebesar 145,3 miliar dolar AS (sekitar Rp2.585,2 triliun) menjadi bantalan kuat stabilitas ekonomi domestik.
Rangkuman Data Indeks Bursa Internasional & Kebijakan
Berikut deretan indikator ekonomi penting serta pergerakan indeks bursa saham global yang memengaruhi pasar modal:
-
Penguatan Pembukaan IHSG: Naik 0,83 persen ke level 6.447,25.
-
Penguatan Indeks LQ45: Naik 0,81 persen ke level 632,53.
-
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Bank Indonesia menetapkan kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen.
-
Cadangan Devisa Indonesia: Tercatat kokoh di angka 145,3 miliar dolar AS (sekitar Rp2.585,2 triliun).
-
Rencana Penyesuaian Kuota BBM Bersubsidi: Pemangkasan kuota BBM bersubsidi dari 48,43 juta kiloliter (KL) menjadi 20,09 juta KL demi efisiensi anggaran energi.
-
Asumsi Harga Minyak ICP: Ditetapkan pada patokan 75 dolar AS (sekitar Rp1,33 juta) per barel.