IHSG Hari Ini Rawan Koreksi Buntut Tarik Menarik Sentimen Devisa Domestik dan Bunga Global

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi Buntut Tarik Menarik Sentimen Devisa Domestik dan Bunga Global

Ilustrasi (Pexels/Kindel Media)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pergerakan variatif menyusul kombinasi sentimen dari tingkat global serta domestik pada pembukaan perdagangan, Senin (31/8). Fluktuasi pasar terlihat jelas semenjak awal sesi perdagangan.

IHSG dibuka melemah 7,01 poin atau 0,11 persen menuju posisi 6.511,11. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut turun 1,11 poin atau 0,17 persen pada level 640,71.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Meroket Tajam! Kepanikan Mereda, Saatnya Borong Saham Blue Chip?

"Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.357, peluang penguatan masih terbuka untuk kembali menguji resistance 6.551, sebelum melanjutkan kenaikan menuju 6.635 dan 6.733. Sebaliknya, apabila tekanan jual kembali meningkat serta menembus support 6.454, indeks bisa terkoreksi menuju 6.385-6.377 sebagai support kuatnya,”

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.

Sentimen Domestik Penggerak Pasar

Ilustrasi

Dari dalam negeri, pemerintah merilis relaksasi kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam bagi 64 eksportir sektor pertambangan.

Seluruh eksportir pemegang kriteria kini wajib menempatkan minimal 30 persen devisa selama paling singkat tiga bulan, berubah drastis dari ketentuan umum penempatan 100 persen selama 12 bulan.

CORE Indonesia memproyeksikan kebijakan baru memuat potensi devisa berkisar 30 miliar hingga 40 miliar dolar AS per tahun, bersumber utama dari rantai industri nikel, baja, dan mineral olahan.

“Relaksasi tersebut memberikan fleksibilitas likuiditas lebih besar bagi eksportir, tetapi sekaligus mengurangi jumlah devisa dalam sistem keuangan domestik pada rentang waktu panjang,” terang Liza.

Selain itu, BEI menjadwalkan uji coba perubahan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per lembar di pasar reguler serta pemberlakuan klasifikasi baru auto rejection.

Dinamika Bursa Global

Kondisi mancanegara menunjukkan risiko geopolitik kawasan Timur Tengah mulai mereda. Pelaku pasar kini memandang situasi Iran sebatas konflik berfokus pada tekanan ekonomi ketimbang ancaman pasokan fisik.

“Membaiknya arus pengiriman melalui Selat Hormuz serta rencana pengembangan koridor Iran–Oman turut menurunkan premi risiko terhadap pasokan energi global,” papar Liza.

Namun, kekhawatiran datang dari Amerika Serikat. Ketua The Fed Kevin Warsh menilai laju inflasi belum menunjukkan perlambatan berarti. Pejabat bank sentral merasa perlu mempertahankan kebijakan ketat guna mengembalikan tekanan harga menuju target rasional.

“Pernyataan tersebut memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter AS berpotensi tetap ketat lebih lama apabila perkembangan inflasi tidak menunjukkan perbaikan cukup signifikan,” ungkap Liza.

Kondisi tersebut mendorong para investor melakukan reposisi portofolio, terutama pada deretan saham berorientasi pertumbuhan bersensitivitas tinggi terhadap perubahan suku bunga.

Baca juga:

IHSG Anjlok ke 6.501 Sore Ini, Rekor Defisit Transaksi Berjalan dan Tensi Global Jadi Biang Kerok

Sebagai referensi komprehensif, berikut adalah rekapitulasi data pergerakan berbagai indeks bursa saham utama dunia pada sesi penutupan terakhir:

Indeks Bursa Saham Pergerakan Persentase (%) Posisi Akhir
IHSG (Domestik) Melemah 0,11 6.511,11
LQ45 (Domestik) Melemah 0,17 640,71
Euro Stoxx 50 (Eropa) Menguat 0,95 -
CAC 40 (Prancis) Menguat 0,98 -
DAX (Jerman) Menguat 0,77 -
FTSE 100 (Inggris) Menguat 0,29 -
S&P 500 (AS) Melemah 0,25 7.711,76
Nasdaq Composite (AS) Melemah 0,52 26.402,42
Dow Jones (AS) Melemah 0,02 53.559,99
Kospi (Asia) Melemah 1,82 6.665,48
Nikkei (Asia) Melemah 1,65 65.307,00
Hang Seng (Asia) Melemah 0,98 25.333,00
Shanghai (Asia) Melemah 0,23 3.942,40
Straits Times (Asia) Menguat 0,39 5.721,98
#IHSG #IHSG Hari Ini #Harga Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Dari 61 saham yang masuk daftar high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi, sedikitnya 31 saham telah diperiksa
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kapolri Perintahkan Bareskrim Tindak Dugaan Pidana Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
IHSG ambruk 11,57% ke level 5.185 pada Jumat 16 Oktober 2026. Duit asing Rp 2,9 Triliun melayang usai MSCI kaji ulang status Emerging Market Indonesia!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Terjun Bebas 11,57%, Saham BCA Paling Banyak Dilepas Investor Asing
Indonesia
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Koreksi harga saham membuat valuasi sejumlah perusahaan tercatat, termasuk perusahaan milik badan usaha milik negara (BUMN), berada pada tingkat yang relatif rendah membuka peluang investasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok, Danantara Bersiap Investasi di Pasar Modal
Indonesia
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Sementara itu, bursa kawasan Asia bergerak menguat menyusul sesi positif di Wall Street, Amerika Serikat (AS)
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Ditutup Anjlok 11 Persen Usai Pengumuman MSCI
Indonesia
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Hasil peninjauan indeks MSCI semestinya diumumkan pada 12 November 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Ngaku Terkejut MSCI Buka Peluang Turunkan Status Pasar Modal RI, Sebut Jadwal November Dilangkahi
Indonesia
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Masukan dari lembaga penyedia indeks global harus menjadi perhatian otoritas bursa agar persoalan yang menjadi sorotan investor internasional dapat ditangani.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Saham Bergejolak Akibat MSCI, Dasco Perintahkan BEI Berbenah
Indonesia
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
BEI akan segera berkomunikasi dengan MSCI guna memahami pertimbangan di balik usul tersebut sekaligus menjelaskan berbagai perbaikan yang telah dilakukan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
BEI Sebut Klasifikasi MSCI Standalone Market bukan yang Terendah
Indonesia
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Investor untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tindakan investor lain atau merespons pergerakan harga saham dalam jangka pendek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Anjlok Akibat Penilaian MSCI, Investor Diharapkan Rasional
Indonesia
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Keputusan final dari hasil tinjauan ini dijadwalkan akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Pasar Modal RI Terancam Turun Kasta Jadi ‘Standalone Market’ Setara Zimbabwe dan Palestina, ini Dampaknya bagi Investor
Indonesia
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Geger wacana penurunan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone oleh MSCI. Simak respons cepat BEI dan alasan di balik teguran ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 16 Oktober 2026
Heboh Reklasifikasi MSCI Indeks Indonesia Jadi Standalone, Begini Respons BEI
Bagikan