Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 24,02 poin (0,37%) ke level 6.501,67 pada penutupan perdagangan Senin (24/8) sore.
Penurunan laju IHSG dipicu aksi melepas saham oleh investor akibat pembengkakan rekor defisit transaksi berjalan domestik serta pelemahan serentak bursa saham Asia. Koreksi pasar saham Indonesia ini melengkapi tekanan pada indeks LQ45 yang turut terkikis 0,41% ke posisi 641,95.
Baca juga:
IHSG Menguat ke 6.525, BEI Siap Hapus Aturan Harga Saham Rp 50
Tekanan pada IHSG sore ini terjadi setelah sentimen negatif global bertubi-tubi menggoyang kawasan regional. Para pelaku pasar memilih bersikap hati-hati dan merealisasikan keuntungan di tengah penguatan indeks sektoral barang baku yang belum mampu menahan aksi jual.
Selain itu, meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan penantian data ekonomi China membuat arus modal asing cenderung tertahan pada sesi perdagangan awal pekan ini.
Sanksi AS-Iran dan Sinyal Ekonomi China Bayangi Bursa Asia

Pelemahan IHSG beriringan dengan melesunya mayoritas bursa saham kawasan Asia. Investor cenderung berhati-hati dan memilih meredam risiko menjelang pengumuman penting dari otoritas keuangan Amerika Serikat terkait eskalasi sanksi terhadap Teheran.
Bursa regional Asia cenderung melemah seiring pelemahan futures saham Amerika Serikat (AS) menjelang konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait rencana sanksi tambahan terhadap Iran. Meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan Teheran,
Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas.
Selain eskalasi geopolitik Washington-Teheran, perhatian para pemodal di Asia terpusat pada agenda Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25–28 Agustus 2026.
Pasar berburu sinyal stimulus baru setelah serangkaian data ekonomi Beijing tampil mengecewakan.
Dampaknya terasa merata di bursa saham kawasan sore ini:
-
Indeks Kospi (Korea Selatan): Anjlok paling dalam 3,12% ke 6.696,96
-
Indeks Hang Seng (Hong Kong): Merosot 1,89% ke 25.517,33
-
Indeks Nikkei (Jepang): Terkikis 0,69% ke 65.560,00
-
Indeks Shanghai (China): Turun 0,59% ke 3.882,01
-
Indeks Straits Times (Singapura): Melemah 0,15% ke 5.680,69
Rekor Defisit Transaksi Berjalan 12,5 Miliar Dolar AS Tekan Ruang Gerak IHSG
Dari dalam negeri, tekanan utama datang dari data makroekonomi yang kurang menggembirakan. Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) Indonesia pada kuartal II 2026 membengkak hingga 12,5 miliar dolar AS, atau setara dengan 3,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka defisit ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Menyusutnya surplus perdagangan barang serta melonjaknya tagihan impor energi menjadi faktor mendasar yang memperlebar celah defisit tersebut, sehingga memicu kecemasan pelaku pasar atas ketahanan eksternal ekonomi nasional.
Baca juga:
IHSG Hari Ini: Tembus 6.500, Aturan Saham Gocap Jadi Rp 1 dan Redupnya Bursa Saham AS
Rincian Pergerakan Sektor dan Saham Top Gainers - Losers
Sempat dibuka menguat di awal sesi, IHSG tak mampu mempertahankan posisinya dan terseret ke teritori negatif hingga penutupan sesi kedua.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor terkoreksi. Sektor kesehatan menjadi penekan utama setelah jatuh paling dalam sebesar 2,3%, disusul sektor properti (-1,27%) dan sektor keuangan (-0,86%). Sebaliknya, hanya dua sektor yang berhasil mencatatkan penguatan, yakni sektor barang baku (+1,21%) dan sektor industri (+0,15%).
Daftar Saham Paling Bervariasi Perdagangan Hari Ini:
-
Top Gainers (Penguatan Terbesar): PICO, ELIT, SAFE, EKAD, CENT
-
Top Losers (Pelemahan Terbesar): MEJA, ICON, MPRO, SDMU, CBTN
Rangkuman Statistik Perdagangan BEI Senin, 24 Agustus 2026
| Indikator Perdagangan | Capaian / Angka Realisasi |
| IHSG Penutupan | 6.501,67 (-0,37% / -24,02 poin) |
| Indeks LQ45 | 641,95 (-0,41% / -2,64 poin) |
| Total Frekuensi Transaksi | 2.171.000 kali transaksi |
| Total Volume Saham | 34,23 Miliar Lembar Saham |
| Total Nilai Transaksi | Rp14,26 Triliun |
| Pergerakan Emiten | 276 Saham Naik |