Merahputih.com - Saga transfer Youssouf Fofana ke Galatasaray makin memanas setelah sang gelandang dikabarkan rela pindah dengan status pinjaman, namun AC Milan justru ngotot menuntut penjualan secara permanen.
Masa depan pemain asal Prancis ini memang kian suram karena tidak lagi masuk dalam skema permainan pelatih Ruben Amorim pada bursa transfer AC Milan musim ini.
Baca juga:
Juventus Stop Keinginan Rekrut Youssouf Fofana dari AC Milan, Alihkan ke Pemain Lain
Sejak awal musim panas, nama Youssouf Fofana sudah telanjur dicoret dari skuad utama, bahkan tragisnya ia sampai tidak mendapat jatah nomor punggung di kubu Rossoneri.
Meski nasibnya mirip dengan beberapa rekan setimnya yang juga terbuang seperti Fikayo Tomori, Santiago Gimenez, hingga Warren Bondo, potensi kepindahan Youssouf Fofana dinilai paling mendekati kenyataan dan tinggal menunggu waktu saja.
Galatasaray Jadi Pelarian Sempurna?

Menurut laporan pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, dan jurnalis Yagiz Sabuncuoglu, Fofana sangat antusias untuk menjajal kerasnya Super Lig Turki bersama Galatasaray.
Menariknya, klub raksasa asal Istanbul itu kabarnya juga sedang bermanuver untuk mendatangkan bintang Milan lainnya, Rafael Leao, di jendela transfer kali ini.
Terkait progres kepindahannya, Romano menegaskan bahwa niat Youssouf Fofana sudah bulat.
Sang pemain sudah sangat siap terbang ke Istanbul, tapi pihak Milan masih harus diyakinkan karena mereka lebih memprioritaskan penjualan permanen,
ungkap laporan Fabrizio Romano.
Terganjal Formula Transfer
Meski gayung bersambut dari sisi pemain, kesepakatan antar klub masih jauh dari kata "deal".
Masalah utamanya ada di meja perundingan terkait bentuk transaksi. Galatasaray ingin mengamankan servis gelandang bertalenta ini lewat skema pinjaman murni atau dengan opsi pembelian, sementara manajemen Milan bersikukuh ingin cuci gudang secara permanen untuk menambah modal belanja.
Fofana sendiri sebetulnya masih terikat kontrak jangka panjang di San Siro hingga Juni 2028.
Baca juga:
Sebelum saga dengan klub Turki ini mencuat, sederet klub Liga Inggris seperti Brighton & Hove Albion, Nottingham Forest, Crystal Palace, hingga rival sekota Galatasaray, Besiktas, juga sempat antre memantau situasinya.
Kini, sang pemain hanya bisa dalam posisi pasrah menunggu kepastian. Hasil akhirnya sangat bergantung pada siapa yang mau mengalah: apakah Galatasaray bersedia merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi syarat transfer permanen, atau justru Rossoneri yang akhirnya melunak dan menerima skema pinjaman di detik-detik terakhir.