Dari 'Manuskrip' ke Panggung, FILM. Siapkan Pesta Perayaan di Rossi Fatmawati

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Dari 'Manuskrip' ke Panggung, FILM. Siapkan Pesta Perayaan di Rossi Fatmawati

FILM. siapkan konser perayaan album baru. (foto: dok/film.)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - SETELAH merilis album debut Manuskrip pada 3 Juli 2026, FILM. bersiap menandai babak awal perjalanan mereka melalui sebuah pertunjukan bertajuk PPM atau Pesta Perayaan Manuskrip. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di Rossi Fatmawati, Jakarta, sebuah venue yang memiliki kedekatan dengan atmosfer musik era 2000-an, periode yang juga menjadi salah satu referensi musikal FILM.

FILM. sendiri digawangi Pandu Priyanto sebagai vokalis, Johanes Abi pada gitar, Anandya Kurniawan di bass, serta Dimas Poncodiwiryo sebagai drummer. Keempat personel tersebut dipertemukan visi musikal yang sama serta kecintaan terhadap musik pop.

Lewat PPM, FILM. ingin membawa lagu-lagu dalam Manuskrip ke atas panggung sekaligus merayakan perjalanan yang telah mereka tempuh bersama sejak band ini terbentuk. Bagi mereka, album tersebut bukan sekadar rilisan debut, melainkan sebuah catatan perjalanan yang memuat berbagai pengalaman dan dinamika kehidupan.

Seperti sebuah skenario film, Manuskrip merekam perjalanan seseorang dalam menghadapi pasang surut kehidupan. Dua belas lagu yang terdapat di dalam album tersebut saling terhubung dan membawa pendengar melewati berbagai fase emosional, mulai dari perpisahan dan pertemuan, harapan dan kehampaan, hingga penyesalan dan perayaan. Di dalamnya juga terdapat gagasan bahwa setiap akhir selalu dapat membuka jalan menuju awal yang baru.

Baca juga:

FILM. Resmi Rilis Album Debut 'Manuskrip', Hidupkan Kembali Nostalgia Pop-Rock Era 2000-an



Setiap lagu dalam Manuskrip dapat berdiri sebagai sebuah adegan tersendiri. Namun, ketika seluruh album didengarkan secara utuh, ke-12 lagu tersebut membentuk sebuah narasi yang lebih besar mengenai pengalaman menjadi manusia. Ada kehangatan dan harapan, tetapi juga kesunyian, kerentanan, serta kehilangan yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Berbagai pengalaman, emosi, dan refleksi para personel FILM. kemudian dirangkai menjadi sebuah manuskrip yang menjadi fondasi album ini. Melalui PPM, cerita tersebut akan kembali diterjemahkan dalam bentuk pengalaman yang lebih hidup dan dinikmati bersama-sama.

PPM pun tidak hanya diposisikan sebagai pertunjukan untuk memperkenalkan album. Acara tersebut menjadi sebuah perayaan atas dimulainya perjalanan FILM. dalam script yang mereka tulis sendiri.

Selain penampilan spesial dari FILM., PPM juga akan menghadirkan MPQ, Statelines, dan Falaci. Ketiga band tersebut dipilih karena memiliki kedekatan dengan selera serta referensi musikal para personel FILM. “Benang merahnya, kami suka banget sama karya-karya dari ketiga artist ini. Kami berharap kehadiran mereka bisa bikin PPM jadi jauh lebih seru,” ucap Pandu, vokalis FILM.

Kehadiran MPQ, Statelines, dan Falaci sekaligus memperluas makna perayaan tersebut. PPM bukan hanya tentang perjalanan FILM. dan album Manuskrip, melainkan juga mengenai musik, pertemanan, serta komunitas yang tumbuh dan berjalan bersama mereka. Penyelenggaraan PPM turut didukung Jabba Connection sebagai partner acara, Microgram Entertainment selaku manajemen FILM., serta SINEFIL. yang terus menjadi bagian dari perjalanan band tersebut.

Dengan semangat merayakan sebuah awal, PPM menjadi kesempatan bagi FILM. dan para pendengarnya untuk kembali membuka Manuskrip dalam suasana yang berbeda. Lagu-lagu yang sebelumnya didengarkan secara personal akan dibawa ke ruang yang lebih kolektif dan hidup, memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk menemukan potongan cerita mereka sendiri di dalam album tersebut.

Bagi Pandu, PPM juga menjadi ruang untuk mensyukuri perjalanan setelah perilisan Manuskrip sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para pendengar yang telah menemani album tersebut sejak awal.

“Harapan utama kami yakni teman-teman yang datang ke PPM bisa merasakan energi dari Manuskrip secara utuh. Kami juga ingin putting faces to the names, berkenalan langsung dengan para pendengar, sekaligus memperkenalkan wajah-wajah FILM. di balik lagu-lagu yang selama ini mereka dengarkan,” tutupnya.(Far)

Baca juga:

FILM. Rilis 'Corak Di Balik Debu', Refleksi Tentang Indonesia yang Tak Sempurna

#Musik #Lagu Baru #Pertunjukan Musikal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
Tak Ingin Pulang menggambarkan perasaan seseorang yang begitu menikmati kebersamaan dengan orang terkasih hingga tak ingin momen tersebut berakhir.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
'Tak Ingin Pulang', Lagu Terbaru MARBLES tentang Kebersamaan dengan Orang Terkasih
ShowBiz
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
Barsena mengangkat kisah tentang seseorang yang tengah menghadapi masa-masa sulit hingga berada di titik terendah kehidupannya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Barsena Bestandhi Rilis 'Coba Lagi' untuk Soundtrack Film 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
ShowBiz
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
Siapa Duluan Rindu bercerita tentang beratnya merelakan seseorang untuk pergi, sekaligus keinginan untuk tetap memberikan dukungan kepada orang tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kenzy Taulany Merangkum Rindu dan Jarak dalam 'Siapa Duluan Rindu'
ShowBiz
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
'Our' menjadi ruang bagi Min-hyun untuk merefleksikan perjalanan dirinya sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada orang-orang terdekat
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Makna Lagu 'Our' Hwang Min-yun, Ungkap Arti Cinta yang tak Tergoyahkan
ShowBiz
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
Para penerka dalam balutan topeng Munir pun ikut membentangkan poster-poster berisi pesan perjuangan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Topeng Munir hingga 'Olah Tubuh', Aksi Penuh Makna Efek Rumah Kaca di Synchronzie Fest 2026
ShowBiz
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
'PRESS PLAY' dijadwalkan meluncur pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Lisa BLACKPINK Umumkan Tracklist Mini Album Terbaru PRESS PLAY
ShowBiz
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
Sejalan dengan judulnya, Oh Semoga yang merepresentasikan sebuah ungkapan yang mencerminkan harapan seseorang terhadap sesuatu yang ingin diwujudkan.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Mawar de Jongh Rilis 'Oh Semoga', Lagu tentang Harapan dan Kehidupan
ShowBiz
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
Rimba membawa perpaduan melodi pop, aransemen musikal yang eksploratif, serta lirik berbahasa Indonesia yang kaya makna
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Dari Jakarta ke Kyoto, Rimba Menembus Batas Bahasa lewat Musik
ShowBiz
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Synchronize Fest kembali menghadirkan deretan penampil dari beragam genre dan generasi.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Synchronize Fest 2026 Dibuka, Cek Deretan Penampil Spesial 3 Hari
Lifestyle
Penyanyi Senior Ruth Sahanaya Hadirkan Merindu Setelah 8 Tahun Tidak Keluarkan Album Solo
Ruth mengeksplorasi berbagai pendekatan musikal, mulai dari sentuhan city pop dengan atmosfer lembut dan modern hingga ritme dansa bernuansa Latin yang terasa ringan dan mudah dinikmati.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Penyanyi Senior Ruth Sahanaya Hadirkan Merindu Setelah 8 Tahun Tidak Keluarkan Album Solo
Bagikan