Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 22 Maret 2021
Penumpang KRL Diwajibkan Pakai KMT, KCI Dinilai Raup Untung dari Jualan Kartu

Petugas Commuterline menunjukan Kartu Multi Trip (KMT) Rangkas Bitung di Stasiun Rangkas Bitung, Lebak, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mewajibkan para penumpang di 10 stasiun untuk memakai Kartu Multi Trip (KMT) per 25 Maret 2021 mendatang.

Sepuluh stasiun itu di antaranya Stasiun Bojonggede, Citayam, Depok Baru, Depok, Kranji, Bekasi, Jakarta Kota, Tanang Abang, Angke dan Parung Panjang.

Baca Juga

PT KCI Tambah Jumlah Perjalanan KRL di 2021

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengkritik kebijakan itu. Ia menilai, dalam perspektif hak-hak konsumen sebagai pengguna KRL kebijakan ini tidak adil, karena memberatkan masyarakat. Pasalnya kata dia, tiket harian tidak berlaku lagi di stasiun tersebut.

"Dengan mewajibkan KMT, maka konsumen dengan tiket harian harus mengeluarkan uang minimal Rp30 ribu untuk beli KMT. Sementara masih banyak pengguna lepas KRL, yang tidak membutuhkan KMT, karena hanya sekali-kali saja menggunkan KRL," papar Tulus Senin (22/3).

KRL
Penumpang KRL. (Foto: Antara)

Untuk itu, Tulus dengan tegas menolak kebijakan tersebut, dan meminta agar managemen KCI tetap memberlakukan tiket yang berlaku jangka pendek/tiket harian.

"Harus ada effort dari operator untuk menyediakan uang kembalian sebagai antisipasi pengguna yang menarik sisa dana," jelasnya.

Menurut dia, kebijakan kartu multi trip ini tidak hanya konsumen sebagai pengguna yang harus adaptif. Tapi, operator pun mesti solutif dan adaptif.

"Bukan hanya melihat dari sisi kemudahan operator tapi mengabaikan sisi konsumen sebagai pengguna," urainya.

Lanjut dia, di negara-negara yang sistemnya sudah lebih baik pun, tiket eceran tetap ada. Misalnya negara Singapura, untuk tiket MRT di sana bisa memilih tiket jangka pendek yang berlaku beberapa hari saja.

"Tiket kertas, bisa diisi ulang, dan dana bisa direfund," tambahnya.

Harga kartu KMT Rp 30 ribu, harga jaminan THB 10 ribu, ini mahal sekali. Dibandingkan dengan harga kartu di Singapura yang hanya beberapa sen saja.

Regulasi ini patut diduga KCI sengaja mendapatkan penghasilan dari jualan kartu, padahal core business nya adalah menjual jasa transportasi. Tidak etis jika menangguk pendapatan dari dengan bisnis kartu.

Tulus pun berpendapat, penggunaan ticket Harian tetap harus bisa diberi akses, khususnya bagi pengguna KRL yang bukan pengguna rutin.

"Harus dipertimbangkan soal daya beli konsumen, yang hanya mampu beli tiket harian," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga

PPKM Berlaku Mulai Hari Ini, Commuter Line Beroperasi Hingga Jam 10 Malam

#Commuter Line #PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) #Ketua Umum Harian YLKI Tulus Abadi #YLKI
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Berita Foto
Libur Akhir Pekan, Warga Piknik Sambil Menikmati Lalu Lalang KRL di Taman Tanah Kusir
Sejumlah warga menikmati waktu sore dengan berpiknik sambil menyaksikan KRL Commuter Line melintas di taman kawasan Tanah Kusir, Sabtu (30/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 30 Mei 2026
Libur Akhir Pekan, Warga Piknik Sambil Menikmati Lalu Lalang KRL di Taman Tanah Kusir
Indonesia
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Gangguan kelistrikan tentu menyebabkan kerugian, baik dari PLN maupun masyarakat sebagai konsumen.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Mati Listrik Sumatra, Konsumen Merugi, YLKI Minta PLN Tanggung Jawab
Indonesia
2 Commuter Line Tujuan Rangkasbitun Dilempar, Bikin Kaca Jendela dan Pintu Retak
Kejadian kedua terjadi pada Commuter Line Rangkasbitung No. 1783 tujuan Stasiun Tanah Abang di lintas Kebayoran – Palmerah sekitar pukul 19.44 WIB, yang mengakibatkan 2 kaca pecah di bagian pintu dan jendela.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
2 Commuter Line Tujuan Rangkasbitun Dilempar, Bikin Kaca Jendela dan Pintu Retak
Berita Foto
Rencana KAI Commuter Operasikan KRL 12 Gerbong di Jalur Green Line pada Tahun 2027
Rangkaian KRL Commuter Line jalur Green Line yakni Tanah Abang-Rangkasbitung melintas di Kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (14/5/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 14 Mei 2026
Rencana KAI Commuter Operasikan KRL 12 Gerbong di Jalur Green Line pada Tahun 2027
Indonesia
KRL Rute Serpong-Tanah Abang Gangguan Mesin Pagi ini, KAI Siapkan Kereta Alternatif
Saat ini, layanan KRL jurusan Tanah Abang masih dapat melintas, tapi terdapat keterlambatan.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
KRL Rute Serpong-Tanah Abang Gangguan Mesin Pagi ini, KAI Siapkan Kereta Alternatif
Indonesia
Perempuan Berjibaku di Kereta Commuter Line, di Antara Desakan dan Harapan
Setiap hari, perempuan harus berhadapan dengan kondisi kereta yang padat, ruang gerak yang terbatas, dan situasi yang tidak selalu nyaman.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Perempuan Berjibaku di Kereta Commuter Line, di Antara Desakan dan Harapan
Berita Foto
Wacana Pemasangan Kamera ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus Pencegahan
Rangkaian KRL Commuter Line melintas di Perlintasan Sebidang Kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 06 Mei 2026
Wacana Pemasangan Kamera ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus Pencegahan
Indonesia
KRL Rangkasbitung Alami Gangguan, KAI Commuter Upayakan Normalisasi Antrean Penumpang
Perjalanan dinyatakan aman kembali untuk dilintasi dengan kecepatan terbatas mulai pukul 20.06 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
KRL Rangkasbitung Alami Gangguan, KAI Commuter Upayakan Normalisasi Antrean Penumpang
Berita Foto
Operasional Perkeretaapian Pulih, Ketepatan Waktu KA Jarak Jauh dan KRL Berangsur Normal
Sejumlah penumpang menunggu kedatangan rangkaian KRL Comuter Line Jabodetabek di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 02 Mei 2026
Operasional Perkeretaapian Pulih, Ketepatan Waktu KA Jarak Jauh dan KRL Berangsur Normal
Foto Essay
Swadaya Warga Jaga Perlintasan Sebidang Khusus Motor di Tebet Timur Dalam Jakarta
Warga menjaga palang perlintasan sebidang saat KRL Comuter Line melintas di Jalan Tebet Timur Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 02 Mei 2026
Swadaya Warga Jaga Perlintasan Sebidang Khusus Motor di Tebet Timur Dalam Jakarta
Bagikan