Merahputih.com - Warga menjaga palang perlintasan sebidang saat KRL Comuter Line melintas di Jalan Tebet Timur Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5/2026).
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu resmi masih banyak ditemukan di berbagai wilayah, termasuk di Tebet Timur, Jakarta Selatan. Uniknya perlintasan sebidang ini hanya khusu untuk motor dan pejalan kaki saja. Di lokasi ini, warga setempat secara swadaya bergantian menjaga perlintasan demi keselamatan pengguna jalan.
Salah satu penjaga, Iwan, mengatakan warga berjaga sejak pagi hingga malam dengan sistem pergantian setiap 2,5 jam. Mereka menggunakan alat sederhana berupa velg sepeda yang dimodifikasi untuk menarik portal sebagai pengganti palang pintu.
Perlintasan ini menjadi akses penting yang menghubungkan Tebet Timur dan Asem Baris, dengan lalu lintas yang cukup padat, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Pendapatan penjaga berasal dari sumbangan sukarela pengguna jalan, berkisar Rp70.000 hingga Rp80.000 per hari, meski jumlahnya tidak menentu dan bisa jauh berkurang saat hujan.
Kondisi perlintasan tanpa palang ini turut menjadi perhatian pemerintah, terutama setelah insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menelan korban jiwa. (Foto: MP/Didik Setiawan).