Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Momentum Potong Tradisi Geng Sekolah

Wisnu Cipto - Senin, 16 Maret 2026

MerahPutih.com - Kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung berinisial FA (17) harus menjadi refleksi sekaligus momentum bersama untuk menghentikan tradisi geng pelajar antarsekolah yang kerap diwariskan turun-temurun.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan tradisi itu jika terus terpelihara berbahaya karena berpotensi memicu kekerasan di kalangan remaja yang bisa memakan korban jiwa.

“Yang perlu menjadi perhatian bersama, apakah ada unsur geng pelajar antarkedua sekolah ini yang turun temurun,” kata Anggota KPAI, Diyah Puspitarini di Jakarta, Senin (16/3).

Baca juga:

Aksi Tawuran Dengan Bawa Parang Digagalkan Polisi, 7 Pemuda Diamanankan

Polisi Sidik Indikasi Dugaan Tawuran

Menurut Diyah, melanggengkan tradisi geng pelajar sangat berisiko karena sewaktu-waktu bisa memicu bentrokan.

"Ini perlu menjadi refleksi sekaligus evaluasi berbagai pihak," tandas Komisioner KPAI itu, dilansir Antara.

Sebelumnya, FA (17) ditemukan meninggal dunia di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3) malam, usai menghadiri acara buka puasa bersama.

Polrestabes Bandung hingga kini masih menyelidiki kasus meninggalkan korban, termasuk dugaan adanya penganiayaan terhadap korban.

Baca juga:

Siswa SMAN 5 Bandung Meninggal Usai Buka Bareng, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas

Fenomena Geng Tawuran Pelajar

Fenomena geng pelajar bukan hal baru. Data KPAI mencatat bahwa sepanjang 2025 terdapat lebih dari 180 kasus tawuran pelajar di berbagai daerah Indonesia.

Tradisi rivalitas antarsekolah seringkali diwariskan dari angkatan ke angkatan, sehingga sulit diputus tanpa intervensi serius dari sekolah, orang tua, dan aparat. (*)

Baca Artikel Asli