MerahPutih.com - Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, meminta seluruh pengurus RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, hingga camat di ibu kota bekerja secara terpadu dalam memantau kondisi wilayah dan mengidentifikasi potensi gangguan keamanan.
Pernyataan tersebut disampaikan Inggard menyikapi insiden bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
"Semua unsur itu harus disinergikan. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali kecolongan," kata Inggard di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7).
Baca juga:
Pramono Anung Minta Warga Tak Terprovokasi, Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu Suku
Potensi Konflik Harus Terdeteksi Sejak Dini
Menurut Inggard, setiap indikasi yang berpotensi memicu bentrokan seharusnya sudah dapat dibaca sejak awal oleh perangkat kewilayahan.
Ia menilai koordinasi yang kuat antarelemen di tingkat wilayah menjadi kunci untuk mencegah konflik berkembang menjadi aksi tawuran yang meresahkan masyarakat.
"Jangan sampai ada semacam asap dibiarkan. Harusnya ini sudah terdeteksi," ujarnya.
Baca juga:
Bentrok Warga 1 Tewas di Matraman, DPR Minta Polisi Waspadai Aksi Balasan
Soroti Aksi Balas Dendam dan Penggunaan Senjata Tajam
Politikus Partai Gerindra itu juga menyoroti maraknya aksi balas dendam yang kerap terjadi meski bentrokan telah berhasil dibubarkan.
Menurutnya, pola tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih intensif setelah konflik berhasil diredam, termasuk penegakan hukum terhadap pelaku yang membawa senjata tajam.
Bahkan sudah dilerai pun masih terjadi pembalasan dendam, bawa pakai alat-alat sajam. Maka perangkat-perangkat hukum harus bertindak tegas terhadap hal-hal tersebut,
Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua.
Inggard berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat diperkuat sebagai sistem peringatan dini di setiap lingkungan. (Asp)

