Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mengungkap hasil asesmen awal terkait insiden kebakaran di pusat perbelanjaan Nipah Park, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 23, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang. Dugaan sementara penyebab kemunculan api mengarah pada korsleting instalasi listrik.
Baca juga:
Ratusan Personel Gabungan Kewalahan Atasi Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede
Peristiwa amukan si jago merah tersebut terjadi pada Minggu (9/8) pukul 21.30 WITA. Kemunculan titik api pertama kali terlihat oleh staf operasional mal di area lantai 4 bangunan.
Namun penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang,
ujar Kepala BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar dinukil Antara.
Penanganan Kedaruratan dan Evakuasi Korban Medis
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Makassar langsung mengerahkan sejumlah armada menuju lokasi guna melakukan pemadaman secara masif.
Sementara itu, tim BPBD Kota Makassar bersama unsur relawan berfokus melakukan penanganan kedaruratan serta evakuasi terhadap pengunjung dan pekerja.
-
Lokasi Kejadian: Nipah Park, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 23, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
-
Waktu Kejadian: Minggu malam pukul 21.30 WITA.
-
Titik Awal Api: Area lantai 4 bangunan mal.
-
Tingkat Kerusakan: Satu unit bangunan Nipah Park mengalami kerusakan kategori ringan.
-
Identitas Korban Pertama: Muhammad Akram (26 tahun), laki-laki asal Maros, mengalami keluhan sesak napas.
-
Identitas Korban Kedua: Rio Dafa (24 tahun), laki-laki, mengalami sesak napas disertai pusing.
Himbauan Kewaspadaan dan Informasi Terverifikasi
Kedua korban mendapatkan perawatan medis intensif dari regu penanggulangan bencana BPBD di lokasi kejadian sesaat setelah evakuasi berhasil. BPBD Kota Makassar menegaskan fokus utama petugas gabungan adalah memastikan keselamatan seluruh pengunjung, pekerja, serta personel lapangan.
Baca juga:
Area Kebakaran di kawasan Gunung Bromo Meluas, 520 Hektare Lahan Terbakar
Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi liar mengenai insiden tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi belum terverifikasi terkait penyebab maupun dampak kejadian," tegas Fadli Tahar menambahkan instruksi resmi.
Manajemen fasilitas publik serta masyarakat luas diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan potensi bencana kebakaran. Pemeriksaan berkala terhadap kondisi instalasi dan perangkat kelistrikan menjadi langkah krusial guna mencegah insiden serupa terulang kembali.