MerahPutih.com - Kebakaran terjadi di sejumlah kawasan di sekitar Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Rabu (16/9).
Salah satu kebakaran terjadi di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Batuceper. Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 12.37 WIB.
Sebanyak 10 mobil pompa dan puluhan petugas Damkar Kota Tangerang dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Bangunan yang terbakar diduga merupakan gudang pabrik.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat petugas pemadam kebakaran bersama pihak lain berupaya memadamkan api. Asap hitam tebal tampak membubung dari bangunan yang terbakar.
Baca juga:
Penerbangan Bandara Soekarno Hatta dan Halim Sudah Dibuka Lagi
Lima Gudang Terbakar di Kosambi
Kebakaran juga terjadi di kawasan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dalam laporan awal, terdapat lima gudang perusahaan yang terbakar.
Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kobaran api di kawasan pergudangan tersebut. Penyebab kebakaran masih dalam penanganan petugas.
Meski terjadi kebakaran di kawasan sekitar bandara, operasional Bandara Soekarno-Hatta dipastikan tetap berjalan normal.
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan mengatakan, Rabu (16/9), kepastian tersebut berdasarkan pemantauan Airport Operation Control Center (AOCC).
Berdasarkan pemantauan Airport Operation Control Center (AOCC), insiden tersebut tidak mengganggu operasional penerbangan,
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan.
Penerbangan Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Yudistiawan menyatakan seluruh pergerakan pesawat, baik keberangkatan maupun kedatangan, tetap berjalan sesuai jadwal.
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga memastikan operasional penerbangan tetap berjalan normal, aman, dan lancar setelah insiden kebakaran di sekitar area luar bandara. Kepastian operasional normal tersebut juga disampaikan oleh pengelola bandara.
Pihak Bandara Soetta mengimbau pengguna jasa tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi bandara maupun maskapai terkait. (Knu)