Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasus COVID-19 Kota Bandung Bertambah 43 Orang

Zulfikar Sy - Senin, 30 Agustus 2021

MerahPutih.com - Setelah beberapa hari sempat mencatat penurunan jumlah kasus positif aktif, angka statistik COVID-19 Kota Bandung kembali menunjukkan penambahan.

Per Sabtu (28/8), konfirmasi aktif sejumlah 2.021 kasus atau bertambah 43 kasus dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Meski demikian, Wali Kota Bandung Oded M Danial memastikan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bandung berjalan dengan aman dan terkendali.

Baca Juga:

PKL Kota Bandung Mendapat Bantuan Beras

"Alhamdulillah PPKM Level 3 di Kota Bandung ini aman dan terkendali," kata Oded, Minggu (29/8).

Tren penurunan kasus terjadi pada keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR). BOR 30 rumah sakit sebanyak 379 tempat tidur (konfirmasi dan suspek) atau hanya 23,17 persen dari 1.636 tempat tidur yang ada. Dengan demikian, tersedia 1.257 tempat tidur.

Angka tersebut dinyatakan sudah sesuai dengan standar WHO di mana keterisian rumah sakit maksimal 60 persen. Sementara tempat isolasi untuk kasus konfirmasi tanpa gejala terdapat di 1 hotel. Jumlah keterisian 4 kamar dari 75 kamar yang tersedia (5,3 persen). Dengan demikian, keterisian menurun.

Pengecekan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat masuk mal di Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)
Pengecekan vaksinasi COVID-19 sebagai syarat masuk mal di Bandung. (Foto: MP/Humas Pemkot Bandung)


Sedangkan konfirmasi sembuh 37.981 kasus dan konfirmasi meninggal sebanyak 1.391 kasus atau bertambah 2 kasus. Tren laju kasus konfirmasi, dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya menurun dari 158,7 orang per hari menjadi 89,5 orang per hari.

"Saat ini zona risiko Kota Bandung berdasarkan pemetaan Jawa Barat ada pada zona oranye atau risiko sedang," ulas Oded.

Sedangkan seluruh kasus COVID-19 yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah dipantau oleh puskesmas dan tim kewilayahan (kecamatan, kelurahan, RW) sebanyak 2.991 kasus.

Kendati demikian, Oded kembali mengingatkan, pandemi COVID-19 belum berakhir. Oleh karenanya, masih membutuhkan upaya-upaya pencegahan.

"Edukasi dan penegakan aturan terus kami laksanakan agar masyarakat disiplin melaksanakan protokol," tuturnya.

Baca Juga:

Pemkot Bandung Usulkan 400 Ribu Lebih Pelaku Usaha untuk Dapat Banpres UMKM

Menurut Oded, edukasi dan penegakan aturan masih penting mengingat mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat dengan berangsurnya diberlakukan relaksasi kegiatan PPKM.

"Kita harus tetap menjaga protokol kesehatan agar kasus COVID-19 terus melandai. Sehingga aktivitas perekomian dapat segera pulih dengan optimal," harapnya.

Soal herd immunity atau kekebalan kelompok, Oded mengungkapkan, Pemerintah Kota Bandung tengah melaksanakan vaksinasi tahap 2 dan 3 dengan sasaran nakes yang diperluas, lansia dan pelayan publik, masyarakat rentan, umum, remaja, ibu hamil dan penyandang disabilitas. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

59 Persen Warga Bandung Telah Divaksin Dosis Pertama

Baca Artikel Asli