MerahPutih.com - Debut gemilang Janice Tjen di Wimbledon 2026 harus terhenti di babak kedua. Petenis putri Indonesia itu kalah dari Daria Kasatkina dalam duel sengit tiga set, meski sempat mencuri set pertama lewat tie-break.
Baca juga:
Debut Grand Slam Wimbledon Petenis Indonesia Janice Tjen, Sang Lawan Pernah 2 Kali Keok di Tangannya
Duel Sengit 2 Jam 37 Menit
Janice tampil percaya diri di set pembuka. Setelah kedudukan imbang 6-6, ia bangkit dari ketertinggalan 1-5 di tie-break dan menutup set pertama dengan skor 7-6(5).
Namun, Kasatkina bangkit di set kedua dengan mematahkan servis Janice dua kali dan menang telak 6-1. Pertarungan berlanjut ke set penentuan.
Kedua pemain saling mematahkan servis, tetapi Kasatkina memanfaatkan peluang break di gim kedelapan sebelum memastikan kemenangan 6-4. Pertandingan berlangsung selama dua jam 37 menit.
Baca juga:
Bukan Kaleng-Kaleng, Petenis Indonesia Janice Tjen Tembus Final Ganda Birmingham Classic 2026
Statistik Pertandingan
Kasatkina lebih unggul dalam servis pertama, memenangi 70 persen poin (63 dari 90), sementara Janice hanya 60 persen (34 dari 57).
Di depan net, Kasatkina juga dominan dengan 90 persen kemenangan (28 dari 31 poin), sedangkan Janice mencatat 65 persen (11 dari 17 poin).
Dari sisi serangan, Kasatkina mencatat 37 winner dan 37 unforced error, sementara Janice membukukan 26 winner dengan 40 unforced error.
Kasatkina juga lebih efektif dalam break point, mengonversi lima dari delapan peluang, sedangkan Janice hanya dua dari 10 kesempatan.
Baca juga:
Petenis Muda Indonesia Janice Tjen Menyala, Sebulan Menang 3 Gelar WTA
Cetak Sejarah di Debut Wimbledon
Meski tersingkir, pencapaian Janice menembus babak kedua menjadi catatan positif, sebagai petenis Indonesia pertama dalam dua dekade terakhir yang mampu melangkah sejauh ini di Wimbledon. Dilansir Antara, Janice Tjen, mengakhiri penantian selama 22 tahun Indonesia di ajang Wimbledon.
Dalam debutnya, Janice mencatatkan sejarah menjadi petenis tunggal Indonesia pertama yang berhasil menembus dan memetik kemenangan di babak utama turnamen Grand Slam lapangan rumput itu sejak terakhir kali dilakukan Angelique Widjaja pada edisi 2004. (*)