IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 59 menit lalu
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia mendadak menghijau pada paruh kedua perdagangan, membalikkan lesunya optimisme pasar sejak pagi hari.

Sempat terkapar di zona merah akibat rentetan sentimen negatif domestik, gairah investasi publik kembali menyala mengikuti dinamika geopolitik global.

Para pelaku pasar kini menaruh harapan besar pada akhir pembicaraan damai di Timur Tengah demi mengamankan portofolio investasi mereka.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit

IHSG hari ini menutup sesi perdagangan Rabu (1/7) sore dengan apresiasi sebesar 51,93 poin atau 0,92 persen menuju level 5.695,12. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 ikut merangkak naik 3,64 poin atau 0,66 persen ke posisi 556,75.

“Menguatnya pasar bursa regional Asia turut menopang IHSG. Pasar menantikan perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Iran,”

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus.

Sentimen Global dan Rapuhnya Fondasi Domestik

Dinamika pasar modal saat ini bertumpu pada kehadiran utusan Presiden AS Donald Trump di Doha, Qatar untuk berunding dengan pihak Iran. Di luar isu geopolitik, spekulasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed) menjelang rilis data ketenagakerjaan turut mendikte pergerakan dana global.

Sebaliknya, kondisi dalam negeri memperlihatkan sinyal kewaspadaan tinggi akibat penurunan sejumlah indikator makroekonomi. Emiten konglomerasi besar menjadi penyelamat utama indeks dari kejatuhan lebih dalam saat rilis performa ekonomi riil melemah.

Serta statistik perdagangan BEI per Juni 2026:

  • Indeks Manufaktur S&P Global: Turun tajam ke level 46,9 dari posisi sebelumnya 50,0 pada Mei 2026, menandai kontraksi terdalam sejak Juni 2025.

  • Inflasi Bulanan BPS: Mencapai 0,44 persen secara month-to-month (mtm) akibat siklus musiman dan lonjakan harga BBM.

  • Inflasi Tahunan: Menyentuh angka 3,34 persen secara year-on-year (yoy), dengan akumulasi tahun kalender (year-to-date) sebesar 1,79 persen.

  • Neraca Perdagangan Mei 2026: Mencatat defisit sebesar Rp26,32 triliun (1,61 miliar dolar AS), menjadi rapor merah pertama dalam enam tahun terakhir.

  • Volume Transaksi BEI: Membukukan nilai transaksi Rp10,26 triliun dari total 17,06 miliar lembar saham perdagangan dengan frekuensi 1.542.000 kali.

  • Pergerakan Harga Emiten: Sebanyak 391 saham mencatat kenaikan harga, 263 saham merosot, dan 305 saham stagnan.

Dominasi Barang Baku dan Sektor Energi

Menurunnya kinerja sektor manufaktur tidak menghalangi laju kelompok saham barang baku untuk memimpin penguatan sebesar 2,81 persen. Sektor energi menyusul di urutan kedua lewat kenaikan 2,63 persen, bersama sektor infrastruktur sebesar 1,39 persen.

Sementara itu, performa sektor transportasi dan logistik menderita penurunan terdalam hingga minus 0,69 persen.

Baca juga:

Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik

Deretan emiten seperti COCO, BBRM, PADI, BEEF, dan CSMI sukses menempati urutan teratas dalam daftar keuntungan terbesar (top gainers). Sebaliknya, tekanan jual melanda saham RGAS, MMIX, MTLA, MSKY, dan RONY selaku kelompok koreksi terdalam (top losers).

“Kondisi inflasi ini menunjukkan belum berdampaknya upaya menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi. Situasi tersebut mendorong BI aktif menjaga nilai rupiah,” kata Maximilianus Nicodemus

#Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #IHSG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Menurunnya kinerja sektor manufaktur tidak menghalangi laju kelompok saham barang baku untuk memimpin penguatan sebesar 2,81 persen
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 59 menit lalu
IHSG Hari Ini Berhasil Lolos dari Kutukan Zona Merah, Indeks LQ45 Tetap Perkasa Naik Menembus Level 556
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Beban berat pasar saham dalam negeri datang dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) menuju posisi 101,26
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Tipis Saat Pembukaan, Kebijakan B50 Siap Jadi Penyelamat Saham Sektor Sawit
Indonesia
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Investor global saat ini memfokuskan perhatian pada rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) guna membaca arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Jeblok Saat Wall Street Pesta Pora, Investor Saham Ramai-Ramai Tahan Duit
Indonesia
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Indonesia
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Indonesia
Tok, Jeffrey Hendrik Dirut BEI Sampai 2030! Target Harus Masuk 10 Bursa Raksasa Dunia
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memasuki babak baru setelah Jeffrey Hendrik dikukuhkan sebagai Direktur Utama periode 2026–2030 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.
Wisnu Cipto - Senin, 29 Juni 2026
Tok, Jeffrey Hendrik Dirut BEI Sampai 2030! Target Harus Masuk 10 Bursa Raksasa Dunia
Indonesia
Enam Perusahaan Beraset Kakap Siap Lepas Saham Perdana ke Publik, Pasar Modal Indonesia Siap Meledak
Geliat ini sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar finansial paling dinamis di Asia Tenggara
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
Enam Perusahaan Beraset Kakap Siap Lepas Saham Perdana ke Publik, Pasar Modal Indonesia Siap Meledak
Indonesia
IHSG Hari Ini Terjebak Fase Konsolidasi, Ramalan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Ekonomi 8 Persen Picu Perdebatan
Penandatanganan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat bersama Iran menjadi angin segar bagi kelancaran arus logistik komoditas dunia
Angga Yudha Pratama - Senin, 29 Juni 2026
IHSG Hari Ini Terjebak Fase Konsolidasi, Ramalan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Ekonomi 8 Persen Picu Perdebatan
Indonesia
IHSG Mengamuk Dekati Level 6.000, Aksi Borong Saham Murah Selamatkan Muka Bursa Efek Indonesia
Aksi borong saham murah memicu seluruh lini usaha bergerak naik tanpa perkecualian
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
IHSG Mengamuk Dekati Level 6.000, Aksi Borong Saham Murah Selamatkan Muka Bursa Efek Indonesia
Indonesia
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Status Indonesia pada ulasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) belum mengalami perubahan positif, sehingga bursa domestik kehilangan daya dongkrak jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juni 2026
Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)
Bagikan