Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Kasdam Jaya Sebut Kasus Positif COVID-19 di DKI Fluktuatif

Andika Pratama - Senin, 23 November 2020

MerahPutih.com - Kepala Staf Kodam (Kasdam) Jaya, Brigjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyebut, kondisi COVID-19 di Jakarta saat ini sangat mengkhawatirkan.

Dia meyakini jumlah orang positif COVID-19 jauh lebih banyak dari yang terlihat. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat mematuhi segala upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran COVID-19.

Baca Juga

PDIP Anggap Anies tak Tegas soal Pelanggaran Prokes COVID-19 di Jakarta

“Jumlah yang terjadi dan apa yang dipermukaan belum gambarkan sepenuhnya di Jakarta,” ujar Kasdam Jaya saat memantau pelaksanaan rapid test di Petamburan, Tanah Abang, Minggu (22/11).

Saleh melihat kondisi penderita COVID-19 sangat fluktuatif. Artinya, kondisinya belum tentu turun maupun naik. Menurut dia pengendalian belum dilakukan sempurna.

Untuk memutus mata rantai penyebaran, Saleh menilai harus ada tindakan, salah satunya menghindari kerumunan massa.

Dalam hal ini, pihaknya berharap masyarakat terus sadar dengan mengikuti rapid test yang diinisiasi Polda Metro Jaya. Melalui hasil rapit test akan membantu petugas dalam melakukan tracking.

“Ini memang kami melakukan tracking, sayangnya masyarakat masih rendah ikut rapid test,” tutupnya.

Warga mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya setelah klaster COVID-19 terjadi di acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)
Warga mengikuti tes cepat yang digelar Polda Metro Jaya setelah klaster COVID-19 terjadi di acara pernikahan anak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad (22/11/2020). (ANTARA/Devi Nindy)

Pemprov DKI Jakarta mencatat terdapat lonjakan kasus aktif sebesar 4.95% selama 14 hari terakhir yaitu 8.026 pada 7 November menjadi 8.444 pada 21 November.

Adapun kasus aktif di Jakarta setiap dua pekan sebelumnya mengalami tren penurunan yaitu 13.155 (26/9); 13.253 (10/10); 12.481 (24/10); dan 8026 (7/11).

Meskipun demikian, secara persentase, kasus aktif di Jakarta terus mengalami penurunan setiap dua pekannya yaitu 6,7% (21/11) dari sebelumnya 7,2% (7/11); 12,5% (24/10); 15,5% (10/10); dan 18,7% (26/9).

Persentase kasus aktif ini merupakan perbandingan antara total kasus aktif dibandingkan dengan total akumulasi kasus terkonfirmasi positif.

Di sisi lain, tingkat kesembuhan juga semakin menunjukkan tren perbaikan dengan 91,3% pada 21 November 2020, sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9% (26/9); 82,3% (10/10); 85,4% (24/10); dan 90,7% (7/11).

Selain itu, tingkat kematian juga menunjukkan penurunan sebesar 0,1% menjadi 2% dengan angka sebelumnya cenderung stabil di angka 2,1% pada 7 November dan 24 Oktober 2020.

Angka tingkat kematian tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya yaitu 2,4% (26/9) dan 2,2% (10/10). Persentase total kasus terkonfirmasi positif menunjukkan sedikit kenaikan dalam dua pekan terakhir.

Pada 21 November, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 125.822 atau meningkat 11.62% dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 111.201 kasus (7/11). (Knu)

Baca Juga

Satgas COVID-19 Mulai Tracing Penyebaran Corona di Petamburan

Baca Artikel Asli