Merahputih.com - Sekjen Kementerian Pertahanan Indonesia, Laksdya TNI Agus Setiadji memimpin Delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Retreat, Rabu (19/2) di Hanoi, Vietnam.
Pertemuan ADMM Retreat bertema 'Regional and International Security Issues of Common Interest' dan dihadiri pejabat Menteri Pertahanan atau yang mewakili dari 10 negara Anggota ASEAN yakni Vietnam selaku tuan rumah, Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura dan Thailand.
Baca Juga:
Dalam kesempatan itu, Agus menyampaikan keprihatinan mendalam terkait dengan wabah virus Corona yang telah berdampak luas dan menjadi masalah global.
“Di tengah wabah, saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada para korban dari negara-negara anggota ASEAN," ungkap Agus dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/2).
Penyebaran virus ini membuat beberapa negara anggota ASEAN mengambil langkah preventif dengan menghentikan sementara penerbangan dari atau ke China termasuk Indonesia.
Bulan ini, Indonesia telah mengevakuasi 238 warga negara Indonesia dari Wuhan, yang merupakan daerah yang paling parah terkena oleh penyebaran virus Corona, untuk menghindari terinfeksi oleh virus tersebut.
Sebelum virus Corona menjadi epidemi, komunitas internasional juga diserang oleh beberapa penyakit epidemi seperti virus Flu Burung (H5N1) yang mengejutkan dunia pada pertengahan 2000-an, sebelum itu virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga memiliki epidemi pada akhir tahun 2002 dan virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome) pada 2012 yang pertama kali terdeteksi di Arab Saudi.
Baca Juga:
Untuk itu, Jenderal bintang tiga ini menganggap penting bagi negara-negara anggota ASEAN untuk meningkatkan ketahanan terhadap semua bentuk ancaman biologis yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan masyarakat ASEAN.
"Masalah ini membutuhkan perhatian khusus dan tindakan konkrit. Semoga negara yang terkena dampak dapat diatasi dan kita dapat mencegah penyebaran virus, Indonesia siap memberikan bantuan jika diperlukan," tambah Agus. (Knu)