MerahPutih.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghapus latihan menembak dalam pendidikan calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen Rico Ricardo menjelaskan, berbagai kegiatan peserta yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak.
”Perlu kami sampaikan bahwa dokumentasi atau liputan terkait kegiatan menembak (yang banyak beredar di media massa dan media sosial) tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program." kata Brigjen Rico
Selain itu, Kemhan juga mengganti nama pendidikan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dari latihan dasar militer (latsarmil) menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.
Baca juga:
DPR Setuju Mode Pelatihan Gaya Militer untuk Calon Manajer Kopdes, Ganti Belajar Manajerial
Pelatihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Diganti
Rico menyebutkan, bahwa keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut evaluasi bersama. Ia menyatakan bahwa instansinya melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan pendidikan.
”Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi,” ujar Rico.
Rico mengungkapkan, kegiatan para peserta saat ini diarahkan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan.
“Serta kesiapan manajerial peserta sebagai calon pengelola Kopdes Kelurahan Merah Putih dan KNMP. Sehingga mereka benar-benar siap bekerja saat selesai melaksanakan Pendidikan,” pungkasnya.
Baca juga:
DPR Minta Skema Seleksi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dirombak
Sebelumnya, sebanyak lima calon manajer Kopdes Merah Putih meninggal dunia dalam kegiatan tersebut.
Korban bernama Yonanda Muhammad Taufiq (meninggal 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (meninggal 18 Juni 2026).
Selanjutnya, Novia Rahmadhani Sihotang (meninggal 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (meninggal 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (meninggal 26 Juni 2026). (knu)