MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Fraksi Gerindra Andre Rosiade menilai langkah Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang menghentikan format Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan diganti menjadi program Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial merupakan bukti pemerintah sangat mendengar aspirasi rakyat.
Menurut dia, pemerintah Presiden Prabowo Subianto mendengarkan aspirasi, masukan dari masyarakat.
“Sehingga hal-hal yang perlu diperbaiki, disempurnakan tentu dilakukan pemerintah," kata Andre di Tangerang, Sabtu (4/6).
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menyampaikan pemerintahan Prabowo sudah berkomitmen terbuka atas aspirasi rakyat. Setiap masukan masyarakat dalam upaya perbaikan, penyempurnaan program kerja strategis pemerintah akan didengar dan ditindaklanjuti.
Baca juga:
Latsarmil Calon Manajer Kopdes Diubah Jadi Bela Negara, Modul Manajerial Disuplai Kemenkop dan KKP
Contohnya tak hanya evaluasi Latsarmil, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu juga dilakukan perbaikan. "Lalu kritik terhadap pelatihan atau retret dari manajer Koperasi Merah Putih, pemerintah tentu berkomitmen melakukan perbaikan. Menurut saya, bela negara dan pelatihan manajemen yang lain seperti itu memang dibutuhkan," tutur dia.
Kemenhan telah mengubah latsarmil menjadi latihan bela negara dan manajerial. Untuk waktu pelatihan, juga dipangkas dari sebulan menjadi dua minggu.
Materi yang diberikan yaitu terkait nasionalisme, patriotisme, hingga kedisiplinan. Setelah dua minggu latihan, masih ada pelatihan satu bulan untuk manajerial yang disesuaikan kebutuhan, dengan materi mengenai koperasi.(knu)
Baca juga:
Kemhan Hapus Latihan Menembak Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Latsarmil Resmi Diganti