MerahPutih.com - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyebut pembangunan pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130 Hercules di Bandara Internasional Kertajati masih berada dalam tahap perencanaan.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait mengatakan pemerintah saat ini masih mematangkan konsep pengembangan ekosistem kedirgantaraan nasional di kawasan Kertajati.
“Termasuk pengembangan fasilitas MRO untuk kebutuhan komersial maupun militer secara bertahap," kata Rico kepada wartawan di Jakarta, Selasa (26/5).
Baca juga:
Bandara Kertajati Jado Pusat Perawatan Pesawat Hercules di Asia, Kemenhub Siapkan Lahan
Rico menjelaskan, sejumlah aspek masih menjadi bahan pertimbangan sebelum pembangunan fasilitas dimulai.
Beberapa hal yang sedang dikaji meliputi teknis perjanjian kerja sama, pembangunan fasilitas, hingga model pengelolaan MRO yang akan diterapkan nantinya.
Menurut dia, seluruh aspek tersebut harus diperhitungkan secara matang agar operasional fasilitas MRO berjalan selaras dengan kepentingan nasional.
Pelibatan industri pertahanan dalam negeri juga menjadi perhatian dalam rencana pembangunan dan pengoperasian fasilitas tersebut.
Langkah itu diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas produk industri pertahanan nasional.
Baca juga:
Gubernur Dedi Bakal Stop Kucuran Dana ke Bandara Kertajati, PT Angkasa Pura Ingatkan Soal Perjanjian
Kertajati Ditawarkan Jadi Pusat MRO Hercules se-Asia
Sebelumnya, Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertahanan menerima tawaran Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth untuk menjadikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka sebagai pusat Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) pesawat angkut berat Lockheed C-130 Hercules se-Asia.
Kabar tersebut sebelumnya disampaikan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI, Kementerian Pertahanan, dan TNI pada Selasa (19/5). (Knu)

