Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Imunitas Warga Diklaim Kuat, Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 200

Zulfikar Sy - Selasa, 14 Desember 2021

MerahPutih.com - Penularan COVID-19 di tanah air terus terjadi. Tercatat pada Selasa (14/12), bertambah 190 kasus positif COVID-19.

Sehingga, akumulasi positif saat ini lebih dari 4,2 juta kasus atau sebanyak 4.259.439 kasus.

Jumlah angka positif hari ini merupakan tracing melalui pemeriksaan sebanyak 298.894 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Baca Juga:

Booster Vaksin COVID-19 Dimulai Januari 2022, Begini Skenarionya

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari COVID-19 pada hari ini, tercatat 247 orang. Sehingga total sebanyak 4.110.574 orang sembuh.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 12 orang. Sehingga total meninggal menjadi 143.960 orang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai, rendahnya kasus positif COVID-19 pada saat ini seiring telah meningkatnya imunitas masyarakat.

"Kenapa Indonesia seperti ini, menurut saya adalah kerja keras dari nakes (tenaga kesehatan), sebagian faktor keberuntungan karena kecepatan vaksinasi selaras terjadi Agustus, September, Oktober, itu setelah gelombang kedua pada Juli," kata Budi acara 9th US-Indonesia Investment Summit secara virtual.

Baca Juga:

Positif COVID-19, Doja Cat Mundur dari Jingle Ball Tour

Menurutnya, percepatan vaksinasi dan sebagian masyarakat telah terinfeksi COVID-19, membuat imunitas menjadi meningkat sangat kuat serta bisa bertahan lama.

"Ini sangat tinggi, saya tidak bisa kasih datanya. Sistem imunnya melalui infeksi dan vaksinasi. Jadi untuk enam bulan ke depan setelah Agustus dan September kita cukup aman (dari lonjakan COVID-19)," papar Budi.

Terkait varian omicron, Budi menyebut Indonesia tidak bisa menangkalnya, tetapi bisa mengurangi masifnya virus tersebut masuk ke dalam negeri.

Caranya, kata Budi, melakukan pengetatan di setiap pintu masuk, meningkatkan jumlah karantina, dan percepat maupun memperluas vaksinasi ke anak usia 5 tahun hingga 12 tahun.

"Jadi jika Omicron masuk ke Indonesia kita sudah siap," ucap Budi. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: BNPB Buka Donasi Kaos Oblong Bagi Tenaga Medis COVID- 19

Baca Artikel Asli