Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya

Hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan partikel dari hewan pengerat, terutama tikus. (Foto: Pexels/Vincent M.A. Janssen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus seiring meningkatnya perhatian global terhadap penyakit tersebut.

Meski jumlah kasus hantavirus di Indonesia masih tergolong rendah, pemerintah menilai pengawasan tetap perlu diperkuat karena virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal, bahkan berujung kematian apabila terlambat ditangani.

Melalui laporan 'Penyakit Infeksi Emerging dan Potensial KLB/Wabah' yang dirilis Januari 2026, Kemenkes mencatat adanya sejumlah kasus suspek dan konfirmasi hantavirus di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah provinsi yang sempat tercatat memiliki kasus antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, dan Banten.

Dalam menghadapi ancaman hantavirus, Kemenkes menerapkan sejumlah kebijakan pencegahan dan pengendalian.

Baca juga:

Mengenal Hantavirus, Penyakit Langka nan Mematikan yang Ditularkan Tikus

Salah satu langkah utama ialah memperkuat sistem surveilans penyakit melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta pemantauan informasi kesehatan global.

Kebijakan tersebut bertujuan mendeteksi potensi penyebaran kasus lebih cepat agar penanganan dapat dilakukan sejak dini.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap pelaku perjalanan dari negara yang memiliki laporan kasus hantavirus maupun penyakit zoonosis lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari sistem karantina kesehatan nasional guna mencegah masuknya penyakit dari luar negeri.

Kemenkes juga memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, serta menghindari kontak langsung dengan urine, air liur, maupun kotoran hewan pengerat yang berpotensi menjadi sumber penularan hantavirus.

Baca juga:

Mengenal Patogen Zoonosis dan Kaitannya dengan Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius

Di sisi teknis, pemerintah turut memperkuat deteksi dini melalui pengawasan penyakit infeksi emerging dan pemantauan terhadap hewan pembawa penyakit.

Pengendalian tikus dan celurut menjadi perhatian penting karena hewan tersebut merupakan reservoir utama hantavirus.

Pendekatan penanganan hantavirus di Indonesia juga mulai mengedepankan model One Health, yakni strategi kolaboratif yang mengintegrasikan sektor kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam menangani penyakit zoonosis.

Meski hingga kini belum ditemukan lonjakan besar kasus hantavirus di Indonesia, Kemenkes menilai kewaspadaan tetap penting karena penyakit ini memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi.

Selain itu, gejala awal hantavirus yang menyerupai flu biasa membuat penyakit ini berisiko terlambat dikenali.

Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami demam, nyeri otot, sakit kepala, atau gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang berisiko terpapar tikus.

Pemerintah berharap kombinasi antara pengawasan ketat, edukasi publik, serta pengendalian lingkungan dapat mencegah hantavirus berkembang menjadi ancaman kesehatan yang lebih besar di Indonesia. (Far)

#Hantavirus #Kementerian Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
ShowBiz
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Dalam live tersebut, sang ‘Golden Maknae’ dengan santai memperlihatkan kepada penggemar berbagai produk yang biasa ia konsumsi.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Tas Obat Jungkook Viral, Ahli Ingatkan Moderasi dalam Konsumsi Vitamin
Lifestyle
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Abu vulkanis itu bukan debu biasa. Ada campuran silica di dalamnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanis Juga Bahaya untuk Mata, Pakai Kacamata Pelindung Penting saat di Luar Ruang
Bagikan